Jelang Laga Pamungkas La Liga, Media Pro-Barca Ungkit Skandal Suap Madrid

Presiden legendaris Real Madrid (1943-1978), Santiago Bernabeu, dalam sebuah diskusi.
Presiden legendaris Real Madrid (1943-1978), Santiago Bernabeu, dalam sebuah diskusi.

POJOKSATU.id, BARCELONA – Harian olahraga Spanyol pendukung Barcelona, El Mundo Deportivo, menurunkan berita yang mengungkap skandal penyuapan yang dilakukan Real Madrid agar tak jatuh ke divisi kedua. Di pengujung musim 1947-1948, Madrid berjanji membayar sebesar 20 ribu duro atau seratus ribu peso untuk Atletico Madrid.

Kala itu, Madrid menghadapi laga terakhir versus Real Oviedo. Sementara itu, Atleti bermain menghadapi pesaing Madrid yang akan bertahan di La Liga, Sporting Gijon. Saat itu, utusan Madrid menawarkan uang jika Atletico memenangi laga yang sudah tidak berpengaruh mengingat mereka aman di peringkat ketiga di bawah Barcelona dan Valencia.

“Itu terjadi di musim 1947-1948 dan kami akan memainkan laga akhir musim di Gijon. Kami bermain tanpa beban, tapi Madrid, yang bermain di kandang Oviedo, berada dalam bahaya degradasi. Gijon juga terlibat dan jika kami kalah begitu juga Madrid, Los Blancos jatuh ke divisi kedua,” kata kiper Atletico di musim 1947-1948, Antonio Perez, seperti dilansir El Mundo Deportivo.

Musim itu Madrid terhindar dari degradasi dengan raihan 21 angka di peringkat kesebelas. Dengan total jumlah 14 klub di musim itu, posisi Madrid hanya berselisih dua angka dari Real Sociedad di peringkat ke-13 yang turun ke divisi kedua bersama Gijon di peringkat terakhir.

Barcelona menjuarai musim itu dengan 37 angka, diikuti Valencia dan Atletico Madrid. Sudah rahasia umum bahwa menjelang perebutan gelar La Liga masing-masing media pendukung klub akan melancarkan perang urat syaraf ke lawan terdekatnya. El Mundo Deportivo, sebagai pendukung Barca, sepertinya ingin mengguncang ingatan Madrid dengan mengungkit skandal berusia 68 tahun ini karena Madrid hanya berselisih satu angka menjelang laga terakhir musim ini.

(her/pojoksatu)

Loading...