Di PSG, Unai Emery Akui Kalah Peran dari Neymar

Neymar - Gelandang Paris Saint-Germain
Penyerang PSG, Neymar.

POJOKSATU.id, PARIS – Unai Emery adalah kreator sekaligus suksesor Paris Saint-Germain meraih titel juara Ligue 1 Prancis musim ini.


Namun begitu, pelatih asal Spanyol ini ternyata mengaku jika berbicara peran di klub, Neymarlah sosok sang pemimpin, bukan dirinya.

“Di Barcelona pemimpinnya adalah (Lionel) Messi, di Real Madrid ada sang presiden, Florentino Perez, dan di Atletico Madrid pemimpinnya Diego Simeone,” tutur Emery kepada Majalah The Tactical Room seperti dilansir Goal.

Akhir Pekan Ini Neymar Pulang ke Paris Saint-Germain, Tapi…

Unai Emery - Pelatih Paris Saint-Germain (sportbible.com)
Unai Emery – Pelatih Paris Saint-Germain (sportbible.com)

“Di Manchester City pemimpinnya adalah Pep Guardiola, dan di PSG pemimpinnya harus Neymar,” sambung Emery.


Emery menilai, perbedaan peran pada sosok pemimpin di sebuah klub itu adalah tentang bagaimana seseorang memberikan peran untuk dewan klub, pemain lain dan manajemen.

“Di setiap klub Anda harus tahu apa peran yang Anda mainkan dan apa peran yang Anda terapkan untuk anggota klub lainnya. Pendapat saya, di PSG pemimpinnya adalah Neymar,” sebut dia.

“Neymar datang ke PSG untuk menjadi pemimpin, untuk menjalani proses yang diperlukan sebagai pemain nomor satu dunia,” sahut Emery.

Neymar bergabung ke PSG dengan rekor transfer dunia senilai EUR 222 juta atau setara Rp3,6 triliun dari Barcelona awal musim ini.

Sebelum dibekap cedera panjang hingga saat ini, bintang Selecao itu telah membukukan 28 gol dan 19 asist dari 30 penampilannya bersama PSG.

Sedangkan Unai Emery, yang berpeluang mempersembahkan treble winner domestik akan segera hengkang dari Parc Des Princes. Kegagalannya membawa PSG di kancah Liga Champions ditenggarai kuat sebagai alasan berakhirnya kiprah sang pelatih hingga akhir musim ini.

(qur/pojoksatu)