Lazio ‘Ganggu’ Persaingan Inter dan Juve, Simone Inzaghi Ogah Bahas Scudetto

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, pelatih baru inter
Pelatih Lazio, Simone Inzaghi.

POJOKSATU.id, BRESCIA – Pelatih Lazio, Simone Inzaghi menolak membahas peluang anak asuhnya meraih scudetto musim 2019/20. Meski faktanya, Biancoceleste hanya terpaut tiga poin dari Inter Milan dan Juventus di klasemen sementara Serie A hingga pekan ke-18.


Seperti diberitakan sebelumnya, pada giornata 18, Lazio menang tipis 2-1 atas tuan rumah Brescia.

Bertanding di Stadio Mario Rigamonti (Brescia), Minggu (5/1/2020) malam WIB, Lazio tertinggal lebih dulu oleh gol bomber Brescia, Mario Balotelli. Super Mario mengelabui bek lawan sebelum menaklukkan kiper Lazio, Thomas Strakosha.

Petaka bagi kubu tuan rumah terjadi pada menit 40 setelah Andrea Cistana melanggar Felipe Caicedo di kotak terlarang. Cistana mendapat kartu merah dan hadiah penalti buat Lazio.


Ciro Immobile maju sebagai algojo dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tepatnya pada menit 42.

Meski hanya bermain dengan 10 orang, Brescia mampu menampilkan pertahanan solid, nyaris sepanjang paruh kedua.

Sayangnya di masa injury babak kedua, pertahanan tuan rumah lengah dan Immobile mendapat ruang melepaskan sepekan terukur usai menerima umpan Caicedo. Lazio berbalik unggul 2-1 dan memastikan membawa pulang tiga poin dari Mario Rigamonti.

Lazio mengalahkan 10 pemain Brescia di Stadion Mario Rigamonti, Minggu (5/1/2020) malam WIB. ft/@SerieA
Lazio mengalahkan 10 pemain Brescia di Stadion Mario Rigamonti, Minggu (5/1/2020) malam WIB. ft/@SerieA

Ini merupakan kemenangan ke-9 beruntun Lazio di Serie A musim ini. Menyamai rekor klub yang dicatat pada musim 1998/1999 ketika Lazio dilatih Sven Goran Eriksson.

Saat ini, Lazio bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan 39 poin, hanya tertinggal tiga angka dari Inter Milan di posisi pertama. Sementara Brescia masih terpuruk di peringkat 18 dengan 14 poin.

Menanggapi capaian anak asuhnya, Inzaghi memberikan pujian dan kerja keras Immobile dkk. “Tim percaya diri dan berjuang sampai akhir,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia.

“Kami tahu ini akan sulit hari ini, Brescia telah mempersiapkan diri dengan baik dan bahkan memberikan waktu liburan selama istirahat untuk bekerja dalam pelatihan retret di Roma.”

“Memang benar kami bisa melakukan lebih baik di babak kedua, menggerakkan bola lebih cepat dan membuat lebih banyak fakta bahwa kami melawan 10 pemain, tetapi Brescia berjuang keras.

“Kita harus menganalisis gol yang kita kebobolan, karena itu dapat dihindari, dan bekerja untuk memperbaiki cacat kita. Kami berjuang lebih dari biasanya, tetapi masih terus percaya.”

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan sangat menyenangkan untuk mencapai rekor ini. Kami sudah mendiskusikannya dengan para pemain di ruang ganti sebelumnya.”

Ditanya soal peluang timnya meraih scudetto musim ini, Simone Inzaghi ogah membahasnya lebih jauh. Ia hanya menargetkan timnya bisa lolos ke Liga Champions musim depan.

“Tujuan pertama kami adalah meningkat setiap hari. Orang-orang berharap lebih banyak dari kami dengan semua kemenangan dan dua trofi ini dalam lima bulan, dan kami juga menyadarinya, jadi kami siap untuk mengambil tanggung jawab ekstra itu.”

“Kami akan mencoba melanjutkan tren positif ini dan benar-benar ingin lolos ke Liga Champions,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)