Diduga Terkoneksi Mafia, Juventus Dijatuhi Sanksi oleh FIGC

juventus dijatuhi sanksi, ultras, juventus, mafia
Juventus.

POJOKSATU.ID, TURIN–Federasi sepak bola Italia, FIGC melipatgandakan sanksi kepada Juventus terkait kasus pemberian tiket kepada suporter garis keras (Ultras). Pemberian tiket itu disoal karena diduga ada kaitannya dengan mafia.


Meski kubu Bianconeri mengklaim pemberian tiket itu sebagai usaha perdamaian di tribun. Namun FIGC ternyata tetap pada keputusannya, bahkan menambah hukuman untuk Juve.

Meski hukuman untuk Juventus digandakan, hal berbeda diterima sang presiden, Andrea Agnelli. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengurangi hukuman untuk Agnelli.

Real Madrid Siap Manfaatkan Disharmoni Aguero dan Guardiola

Agnelli, yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan anggota komite eksekutif UEFA, awalnya diskors satu tahun pada September lalu. Tapi, FIGC memutuskan bahwa hukuman untuk Agnelli secepatnya akan dikurangi.


Semula Juventus hanya didenda 300 ribu euro. Namun kabar terbaru menyebutkan sanksi itu digandakan menjadi 600 ribu euro.

Sementara denda untuk Agnelli juga naik dari 20 ribu euro menjadi 100 ribu euro.

John Terry Peringatkan Pemain Ini Tak Masuk Chelsea

Sejauh ini, Bianconeri masih menolak mengakui pelanggaran tersebut. Pernyataan resmi terkait hukuman terbaru juga belum dikeluarkan Juventus.

Para penyelidik akan berusaha memastikan apakah klub asal Turin itu sengaja memberikan tiket kepada para penggemar garis keras untuk kepentingan lain.

Di sisi lain, alasan Juventus bahwa tindakan mereka untuk menghindari kekerasan atau pelecehan rasial di tribun juga terus diselidiki.

Namun, pelanggaran yang lebih berat dapat membuat Juventus dijatuhi denda atau pengurangan poin. Hal itu tentu berpotensi mengganggu persaingan tim asuhan Massimiliano Allegri di Liga Italia.

(fat/pojoksatu)