Jika Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Ruud Gullit : Saya Bisa Mengerti

Manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pasca pengumuman sanksi larangan tampil di kompetisi antarklub benua selama dua musim 2020/21 dan 2021/22, masa depan Pep Guardiola di Manchester City jadi sorotan.


Guardiola pun disebut-sebut bakal meninggalkan City demi bisa berada di Liga Champions.

Menanggapi rumor ini, Ruud Gullit memberikan pembelaan. Ia mengatakan, jika benar Guardiola hengkang, keputusan tersebut bisa dipahami.

“Saya bisa mengerti (jika Pep pergi) karena dia ingin bermain Liga Champions,” kata Gullit kepada BBC Sport.


Guardiola memenangkan Liga Champions bersama Barcelona pada 2009 dan 2011, tetapi gagal melakukannya selama di Bayern Munich dan City.

Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya mengatakan waktunya di Manchester akan dianggap sebagai kegagalan jika dia tidak memenangkan kompetisi.

Ditanya apakah Guardiola harus tetap loyal kepada klub meskipun ada larangan di kompetisi antarklub benua selama dua musim, Gullit menyatakan keputusan tersebut sepenuhnya hak sang pelatih.

“Apakah Anda harus setia pada sesuatu yang belum dilakukan dengan baik? Saya tidak tidak tahu, itu terserah dia,” ujarnya.

Yang jelas, kata Gullit, apa yang terjadi saat ini bukan salah Guardiola.

“Bukan salahnya apa yang telah terjadi. Dia tidak melakukan itu. Dia tidak menandatangani untuk itu dan, jika mereka dinyatakan bersalah, maka ada hukuman,” ucapnya.

“Saya tidak akan mengatakan apakah itu hukuman yang tepat atau tidak – itu adalah sesuatu yang harus mereka perjuangkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gullit juga menilai sanksi ini juga berdampak pada pemain serta bursa transfer City ke depannya.

“Apa yang Anda pikirkan (sebagai pemain) adalah ‘tidak ada Liga Champions’, itu adalah yang terburuk. Anda tidak akan (ingin bergabung dengan City) karena Anda ingin bermain Liga Champions,” katanya.

“Ini akan menjadi momen yang menggemparkan bagi Manchester City. Itu sebabnya saya merasa (prihatin) untuk para penggemar, saya merasa untuk para pemain dan pelatih – saya merasa untuk mereka. Ini bukan skenario yang Anda inginkan. Tidak ada yang menandatangani untuk ini jadi bagaimana kamu bisa berbicara tentang kesetiaan,” tandasnya.

(zul/pojoksatu)