Alasan FA Sanksi Aksi “Pita Kuning” Pep Guardiola

Markas besar FA di Inggris
Markas besar FA di Wembley Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Federasi sepak bola Inggris atau FA telah menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 20 ribu poundsterling atau setara Rp382 juta kepaada manajer Manchester City, Pep Guardiola.


Guardiola diganjar denda karena mengenakan pita kuning sebagai bentuk protes atas penangkapan para aktivitis pro kemerdekaan Catalunya dari Spanyol.

Meski Guardiola menegaskan apa yang dilakukannya tidak bertendensi politis, namun FA menegaskan sebaliknya. Mereka menilai langkah Guardiola tersebut sangat politis dan aturan FA melarang politik dilibatkan ke dalam pertandingan.

Pep Guardiola - Manajer Manchester City (manchestereveningnews.com)
Pep Guardiola – Manajer Manchester City (manchestereveningnews.com)

Ditegaskan FA, pita kuning yang disematkan Guardiola di kemejanya di setiap pertandingan jelas melambangkan pesan politik, dan dia, sebut FA menggunakannya sebagai “tindakan pembangkangan”.


Dilansir Diario AS, FA mengatakan telah melayangkan surat kepada Guardiola pada 13 Desember 2017 mengenai pita kuning tersebut.

Guardiola pun menjelaskan bahwa pita kuning yang mulai dipakainya itu sebagai bentuk solidaritas kepada para aktivis yang dipenjara, bukan merupakan simbol dukungan terhadap referendum (Catalunya).

FA kemudian melayangkan surat kedua pada Januari 2018 dengan isi yang lebih tegas, namun Guardiola bergeming dan tetap mengenakan pita kuning saat memandu timnya berlaga di Liga Primer Inggris.

“Komisi menilai bahwa penggunaan pita kuning tidak diragukan lagi merupakan simbol protes terhadap pemenjaraan tokoh independen Catalonia di Spanyol, dan juga merupakan tanda solidaritas dengan mereka yang dipenjara,” terang FA.

“Namun bagi banyak orang, ini telah menjadi sinonim dengan dukungan separatis Katalan di Spanyol, dan perlawanan di wilayah tersebut,” sebut mereka.

“Dengan interpretasi ketat peraturan yang dibangun secara luas dalam hal ini, oleh karena itu jelas melambangkan pesan politik,” demikian pernyataan FA.

(qur/pojoksatu)