Chelsea Terapkan Gaji Sesuai UMR

10229_8559_ok-chelsea

Chelsea menjadi tim pertama di Premier League yang menerapkan aturan upah minimum regional (UMR) kepada semua karyawannya.

Ini seiring dengan makin stabilnya keuangan klub London Barat tersebut, manajemen memutuskan memberikan gaji yang sesuai dengan batas upah minimum regional (UMR) alias living wage kepada seluruh karyawannya.

Berdasar data The Living Wage Foundation (LWF), Chelsea adalah klub profesional Inggris pertama yang melakukan kebijakan tersebut.


Di London, kota yang menjadi basis Chelsea, UMR saat ini adalah 9,15 pound atau sekitar Rp 178.400 per jam, sedangkan di luar London 7,85 pound (sekitar Rp 153 ribu). Jumlah itu lebih besar ketimbang batas yang ditetapkan pemerintah Inggris Raya, yakni 6,5 pound (sekitar Rp 126 ribu).

Sebelum Chelsea, pada Oktober lalu klub Skotlandia Hearts menerapkan peraturan living wage. Sedangkan tim kasta kedua Liga Inggris Luton Town baru akan mengajukan akreditasi kepada LWF bulan depan.

Di tanah Inggris, tim semiprofesional FC Manchester of Manchester yang bermain di Northern Premier League Premier Division adalah klub pertama yang mengadopsi peraturan UMR untuk karyawannya.

’’Kami percaya bahwa kebijakan klub tentang living wage ini segaris dengan komitmen kami untuk menyejahterakan karyawan. Mereka berhak menerima bayaran yang layak atas kerja keras dan dedikasi yang mereka lakukan,’’ ucap Chairman Chelsea Bruce Buck kepada Sky Sports.

’’Tanggung jawab kami kepada karyawan merupakan hal yang membanggakan. Sama dengan yang kami lakukan di atas lapangan sepak bola,’’ imbuhnya.

Wali Kota London Boris Johnson mengapresiasi apa yang dilakukan manajemen Chelsea. Pria yang bulan lalu berkunjung ke Jakarta tersebut menyebut Chelsea akan menjadi inspirasi bagi banyak klub sepak bola profesional lainnya.

’’Mereka adalah klub sepak bola milik kota kami yang besar dan terkenal di seluruh dunia. Aksi mereka sebagai klub profesional pertama yang menerapkan UMR London bakal berdampak sangat hebat dan signifikan. Mereka adalah teladan yang sangat baik,’’ ucap Johnson sebagaimana dilansir BBC.

’’Mereka sadar bahwa sebuah tim sepak bola tidak hanya terdiri atas 11 orang di lapangan. Mereka juga didukung banyak staf yang juga masuk dalam skenario kemenangan. Para pekerja itu layak mendapat apa yang menjadi hak atas kerja keras mereka,’’ imbuh wali kota yang terkenal nyentrik tersebut.

Chelsea akan mulai mengadopsi aturan UMR tersebut mulai Januari 2015. Selain Chelsea, perusahaan lain seperti Barclays, ITV, dan Oxfam melakukan hal serupa.

’’Akreditasi kepada Chelsea merupakan sejarah besar dalam kampanye ini. Kami sangat senang dan bangga. Sudah lebih dari 1.000 organisasi yang menaati peraturan ini. Chelsea akan menjadi leader sebagai sebuah perusahaan bisnis yang bertanggung jawab kepada kesejahteraan pekerjanya,’’ ucap Direktur LWF Rhy Moore kepada The Independent. (nur/c17/ca)