Jelang Chelsea vs Bayern: Lampard Lebih Suka Jadi Underdog

Manajer Chelsea, Frank Lampard.
Manajer Chelsea, Frank Lampard.

POJOKSATU.id, LONDON – Chelsea yang diperkuat mayoritas pemain muda siap meladeni skuat Bayern Munich dengan sejumlah pemain bintang nan berpengalaman di Liga Champions. Kedua tim akan bentrok di Stamford Bridge, Rabu (26/2/2020) dini hari WIB.


Jelang pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/20 itu, manajer Chelea, Frank Lampard percaya diri dengan tim asuhannya.

“Saya pikir pembicaraan underdog untuk permainan seperti ini lebih baik datang dari luar, dari orang-orang yang memperhatikan,” kata Lampard, dikutip Pojoksatu.id dari Sport Mole.

“Pekerjaan saya hanyalah menyiapkan permainan, melihat lawan dan melihat apakah kami dapat menemukan kelemahan di sana. Saya mengerti jika orang menyebut kami underdog karena tim mereka sangat kuat dan mereka memiliki banyak pengalaman.”


Lampard mengaku lebih senang karena timnya berstatus underdog yang secara kualitas tentu bisa membuat kejutan.

“Tapi hal-hal ini berubah. Si underdog ada di sana untuk mengubah keadaan. Kita semua suka cerita yang tidak diunggulkan dan itu adalah beberapa kisah terbaik dalam olahraga.”

Lampard memenangkan Liga Champions ketika Chelsea mengalahkan Bayern melalui adu penalti pada 2012, dan tahu betapa sulitnya menghadapi raksasa Jerman.

Pelatih berusia 41 tahun itu yakin anak asuhnya bisa melewati adangan The Bavarian dan melangkah ke babak selanjutnya.

“Saya tidak ragu memainkan pemain muda mana pun, saya percaya pada semua pemain yang telah menjadi bagian dari skuad tahun ini,” kata Lampard.

“Mereka mendapat kepercayaan dengan cara mereka bermain. Itu sedikit berubah ketika sampai pada tahap sistem gugur dan saya akan berbicara dengan semua pemain tentang apa artinya itu.”

Chelsea tidak akan diperkuat trio Christian Pulisic, Callum Hudson-Odoi dan N’Golo Kante yang cedera pada pertandingan malam ini, tetapi Ruben Loftus-Cheek siap dimainkan sejak awal.

Loftus-Cheek adalah pengganti yang tidak digunakan dalam kemenangan 2-1 Liga Premier Sabtu atas Spurs, dan mempercepat pemulihannya setelah cedera achilles jangka panjang.

“Kami memiliki pemain dengan pengalaman Liga Champions di skuad, tetapi kami juga memiliki pemain muda pada tahap pertama karir mereka,” kata Lampard.

“Bagian besar dari pekerjaan saya adalah untuk menjelaskan kepada para pemain bahwa lebih dari dua kaki kami harus berada pada batas maksimal. Kami membutuhkan setiap detail, setiap kotak dicentang di kedua pertandingan.”

“Bayern Munich adalah tim yang luar biasa dengan bola. Jika kita harus menderita tanpa bola, kita harus menderita, jadi itulah tugas kita selama dua pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)