Komentar Legenda Chelsea ini bikin Panas Kuping Liverpool

Ruud Gullit - Pandit sepakbola legenda Chelsea
Ruud Gullit - Pandit sepakbola, legenda Timnas Beland.

POJOKSATU.id, AMSTERDAM – Liga Primer Inggris sukses mengirimkan satu wakilnya, Liverpool ke partai puncak Liga Champions musim 2017/18.


The Reds akan jumpa sang petahana Real Madrid yang sangat berambisi untuk merebut trofi yang ketiga kalinya secara berturut-turut di musim ini.

Laga final itu sendiri diprediksi akan berlangsung seru nan sengit, mengingat Liverpool juga sedang dalam performa terbaik lewat aksi impresif Trio Firmansah mereka, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah.

LOLOS - Liverpool melaju ke final Liga Champions musim ini sekaligus mencatat rekor baru (@liverpoolfc/twitter)
LOLOS – Liverpool melaju ke final Liga Champions musim ini sekaligus mencatat rekor baru (@liverpoolfc/twitter)

Namun di tengah gairah dan semangat optimism skuat besutan Jurgen Klopp itu, mencuat komentar bernada pesimistis yang dilontarkan mantan penggawa Chelsea asal Belandang, Ruud Gullit.


Gullit yang pernah bermain untuk AC Milan di dua musim berbeda itu ternyata telah meragukan kans Mohamed Salah dan koleganya bisa merebut titel kampiun dari Real Madrid.

“Tentu saja saya kagum atas apa yang ditunjukkan Liverpool sepanjang musim ini, termasuk di Liga Champions. Namun, saya menyimpan keraguan besar,” kata Gullit yang kini berprofesi sebagai pandit kepada BeIN Sports seperti dilansir Goal.

Keraguan Gullit lebih pada masih rapuhnya lini belakang dan lini tengah yang dimiliki Liverpool yang menurutnya akan menjadi petaka tersendiri saat menghadapi tim sekaliber Real Madrid.

“Laga dengan AS Roma adalah puncak keraguan saya. Sepuluh menit terakhir di Anfield dan pertemuan kedua di Olimpico, menampakkan betapa lemahnya lini tengah dan belakang Liverpool,” sebut Gullit.

Ia bahkan menyebut Liverpool kerap membuang bola seperti yang diperlihatkan di laga kontra AS Roma. “Lini tengah Liverpool harusnya bisa mengatur tempo permainan, bukannya terus-menerus membuang bola,” ujarnya.

“Sementara di lini belakang, mereka sangat tidak disiplin. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika berhadapan dengan pemain tengah sekelas Toni Kroos, Casemiro, dan Luka Modric,” terang dia.

“Sungguh mengecewakan. Saya berharap Liverpool bisa juara atau setidaknya bisa memberi perlawanan sengit pada Madrid. Namun saya sekarang ada dalam keraguan besar. Peluangnya, menurut saya, begitu tipis,” ungkapnya.

(qur/pojoksatu)