Dituding Curang oleh Manajer Spurs, CEO Juventus: Apa Dasarnya!

CEO JInter Milan, Beppe Marotta.
CEO JInter Milan, Beppe Marotta.

POJOKSATU.id, TURIN – Petinggi Juventus berang dengan tudingan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino yang menyebut mereka melakukan ‘intimidasi’ kepada wasit di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, di Wembley Stadium beberapa hari lalu.


CEO Juventus, Beppe Moratta membantah segala tuduhan Pochettino tersebut, dan menyebut apa yang dikatakan pelatih asal Argentina itu tidak punya dasar sama sekali.

“Tuduhan itu sama sekali tak memiliki dasar,” tegas Marotta seperti dilansir Goal.

BACA JUGA: Pelatih Spurs Tuding Juventus Menang Karena “Curang”

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino. Foto via @DanielBisogn0


Ditegaskan dia, dalam pertandingan tersebut tak satupun dewan klub atau petinggi Juve melakukan tekanan kepada perangkat pertandingan sebagaimana disangkakan kubu Spurs.

“Kami tidak terbiasa dengan hal-hal semacam itu. Kami jelas sama sekali tidak melakukan pendekatan pada wasit saat jeda pertandingan,” bantahnya.

Apa yang dilakukan pihaknya saat itu, sebut Moratta adalah seperti apa yang biasa dilakukan pihak manajemen pada umumnya saat menyaksikan pertandingan klubnya.

“Cukup sederhana yang saya lakukan, hanya pergi ke ruang ganti tim sama seperti yang biasa lakukan untuk memberikan semangat kepada para pemain. Tidak ada tindakan pendekatan kepada wasit, baik langsung atau tidak langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Manajer Tottenham Hotspurs, Mauricio Pochettino menuding kubu Juventus melakukan ‘tekanan’ kepada perangkat pertandingan atau wasit yang memimpin jalannya laga tersebut pada jeda babak.

Pochettino mengklaim melihat  Presiden Juve, Andrea Agnelli, dan sang CEO, Beppe Marotta yang berada di koridor stadion menuju ruang ganti untuk selanjutnya menekan wasit pada jeda babak, ketika Spurs saat itu masih unggul 1-0.

Meski pernyataannya telah menimbulkan kontroversial, namun Pochettino sangat yakin dengan apa yang dikatakannya.

Ia menyindir pertandingan tersebut dengan mengatakan perjuangan timnya saat itu seperti melawan dua pertandingan, di dalam lapangan dan di luar lapangan.

Kiprah Spurs di ajang Liga Champions musim ini sendiri harus terhenti di babak 16 besar setelah ditumbangkan Juventus dengan kekalahan agregat 3-4.

(qur/pojoksatu)