Pelatih Spurs Tuding Juventus Menang Karena “Curang”

mauricio pochettino, pelatih real madrid, pengganti zidane, real madrid
Mauricio Pochettino - Manajer Tottenham Hotspur. (fourfourtwo.com)

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino rupanya belum bisa menerima kegagalan timnya di ajang Liga Champions musim ini.


Spurs tumbang dramatis dari Juventus di babak 16 besar, dan manajer asal Argentina itu mulai mengungkap ada yang “tidak beres” di pinggir lapangan di laga tersebut.

Dilansir Goal, Pochettino menuding kubu Juventus melakukan ‘tekanan’ kepada perangkat pertandingan atau wasit yang memimpin jalannya laga tersebut.


Pada leg kedua di Wembley Stadium saat Spurs kalah 1-2 dari Juve, Pochettino mengklaim melihat  Presiden Juve, Andrea Agnelli, dan sang CEO, Beppe Marotta yang berada di koridor stadion menuju ruang ganti.

Selanjutnya, Pochettino mengatakan dua petinggi Juve itu menekan wasit pada jeda babak, ketika Spurs saat itu masih unggul 1-0.

“Sebelum laga saya melihat Agnelli. Setelah laga ada Agnelli dan Marotta. Saya juga lihat saat jeda bagaimana mereka memberi tekanan pada wasit,” ungkap Pochettino seperti dilansir The Telegraph.

“Pemilik klub berdiri di koridor, di terowongan (menuju ruang ganti) sebelum dan selama pertandingan. Ini klub yang terbiasa melakukan segalanya untuk membantu tim. Ini pelajaran yang sangat berharga, di dalam dan luar lapangan,” paparnya.

Meski pernyataannya telah menimbulkan kontroversial, namun Pochettino sangat yakin dengan tudingannya tersebut.

“Dalam pertandingan seperti ini, detail kecil sangat berpengaruh bahkan laga di mana kedua tim punya peluang untuk menang. Saya percaya detail seperti itu bisa membantu klub mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ungkapnya.

“Saya tekankan, ini soal detail kecil. Kompetisi menuntut berbagai hal. Juve adalah spesialis karena mereka punya kebiasaan menang, juga kebiasaan menekan wasit,” sebut Pochettino.

Pochettino pun menyebut perjuangan timnya saat itu seperti melawan dua pertandingan, di dalam lapangan dan di luar lapangan.

“Dalam sepakbola, ternyata bukan cuma tentang performa, statistik, tembakan ke gawang maupun penguasaan bola yang lebih baik,” tandasnya menyindir.

(qur/pojoksatu)