POJOKSATU.id - PSSI secara resmi mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia.

Pelatih asal Belanda ini dikontrak selama dua tahun, dari 2025 hingga 2027, dengan opsi perpanjangan kontrak. Langkah ini diharapkan mampu membawa Skuad Garuda ke level yang lebih tinggi.

Patrick Kluivert tidak akan bekerja sendirian. Ia akan didampingi oleh sejumlah asisten pelatih asal Belanda, seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat, serta dua pelatih lokal Indonesia.

Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pendekatan sepak bola Eropa dan gaya permainan khas Indonesia.

Nama Alex Pastoor mencuri perhatian publik karena reputasinya yang mumpuni. Sebelum resmi menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Pastoor lebih sering berperan sebagai pelatih kepala di berbagai klub ternama.

Baca Juga: PSSI Gagal Datangkan Van Gaal, Ucapkan Selamat untuk Kluivert, Begini Bocoran dari Ruud Gullit

Bahkan, ia disebut-sebut sebagai otak strategi yang dapat memberikan pengaruh besar bagi performa Timnas Indonesia.

Nama Besar Pastoor

Alex Pastoor memiliki nama besar yang tidak asing bagi para pemain Timnas Indonesia. Lahir di Amsterdam pada 26 Oktober 1966, Pastoor mengawali kariernya sebagai pemain profesional di klub AFC'34.

Ia kemudian memperkuat beberapa tim seperti FC Volendam, SC Heerenveen, KRC Harelbeke, Lustenau, dan SCR Altach. Setelah pensiun pada tahun 2001, ia langsung melanjutkan kariernya sebagai pelatih, mengawali langkahnya di AZ U-19 dan AFC'34.

Sebagai pelatih, Pastoor telah menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia pernah menjadi asisten Gertjan Verbeek di SC Heerenveen sebelum akhirnya dipercaya melatih klub besar seperti Feyenoord II, Excelsior, NEC Nijmegen, Slavia Prague, AZ Alkmaar, Sparta Rotterdam, SCR Altach, dan Almere City.

Prestasi terbaiknya adalah saat membawa Sparta Rotterdam promosi ke Eredivisie pada musim 2015/2016, sekaligus menjadi juara Eerste Divisie dengan total 79 poin dari 36 pertandingan. Kesuksesan ini menjadi bukti nyata kualitas kepelatihannya.

Baca Juga: Target Lolos Piala Dunia 2026, PSSI Belum Ada Kontrak dengan Patrick Kluivert Usai Tendang Shin Tae-yong, Kombinasi dengan Van Gaal Belum Dipastikan

Selama tiga tahun di Almere City, dari 2021 hingga 2024, Pastoor memimpin 100 pertandingan dengan catatan 41 kemenangan. Konsistensi dan fokusnya terhadap hasil menjadi salah satu keunggulan utama yang membuatnya dipercaya PSSI.

Filosofi Permainan

Filosofi permainan Alex Pastoor juga menjadi sorotan. Ia sering menggunakan formasi 3-4-1-2 yang menekankan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Baca Juga: Pesan Haru Shin Tae Yong ke Coach Nova Arianto untuk Timnas Indonesia : Jagalah Pemain Lokal Kita

Pendekatan taktis ini sebelumnya juga diterapkan oleh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, sehingga diharapkan dapat menyatu dengan gaya ofensif Patrick Kluivert.

Filosofi ini memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan cepat dari bertahan ke menyerang, menciptakan fleksibilitas taktik yang sangat diperlukan dalam pertandingan tingkat internasional.

Alex Pastoor juga dikenal sebagai pelatih yang memberi peluang besar kepada pemain muda. Salah satu contohnya adalah Denzel Dumfries, yang kini bermain untuk Inter Milan.

Di bawah asuhannya di Sparta Rotterdam, Dumfries mendapat bimbingan intensif yang membantunya berkembang hingga ke level tertinggi. Hal ini sejalan dengan visi PSSI untuk memaksimalkan potensi pemain muda Indonesia.

Baca Juga: Pelatih Pengganti Shin Tae-yong, Diperkenalkan 12 Januari Mendatang, Beredar Bocoran 3 Kandidat Ini, Mana yang Paling Pas?

Pengalaman Pastoor dalam melatih pemain diaspora Indonesia juga menjadi nilai tambah. Ia pernah bekerja sama dengan Thom Haye saat menjadi caretaker di AZ Alkmaar pada 2014.

Selain itu, ia juga memiliki hubungan baik dengan beberapa mantan pemain Bali United seperti Nick van der Velden dan Melvin Platje.

Pemahaman Pastoor terhadap karakteristik pemain yang relevan dengan sepak bola Indonesia diharapkan dapat menjadi keuntungan besar bagi Skuad Garuda. ***