POJOKSATU.id - Denny Landzaat akan menjadi salah satu calon asisten pelatih Timnas Indonesia, mendampingi Patrick Kluivert yang telah resmi diumumkan PSSI sebagai pelatih baru pengganti Shin Tae-yong (STY).
Kehadiran Landzaat diharapkan dapat membawa pengalaman dan strategi baru bagi Skuad Garuda.
Denny Landzaat, pria 48 tahun kelahiran Amsterdam, Belanda, pada 6 Mei 1976, memiliki perjalanan panjang dalam dunia sepak bola.
Ia memulai karier sebagai pemain profesional pada musim 1995/1996 bersama Ajax Amsterdam.
Namun, hanya mencatatkan satu penampilan bersama klub tersebut, ia kemudian hijrah ke MVV pada 1996-1999.
Di MVV, Landzaat tampil sebanyak 102 pertandingan dengan torehan 10 gol, sekaligus mempersembahkan satu gelar juara Eerste Divisie.
Selanjutnya, ia melanjutkan karier ke Willem II (1999-2003), di mana ia mencatatkan 139 pertandingan dengan kontribusi 10 gol.
Ia kemudian bermain untuk AZ Alkmaar (2003-2006), Wigan Athletic (2006-2008), Feyenoord (2008-2010), FC Twente (2010-2013), dan kembali ke Willem II pada 2014 sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu.
Sebagai pemain, Landzaat dikenal sebagai gelandang tengah dan gelandang bertahan yang andal.
Selama kariernya, ia mencatatkan total 461 pertandingan dengan torehan 82 gol. Ia juga membela Timnas Belanda dari 2001 hingga 2008, mencetak satu gol dari 38 pertandingan.
Landzaat bahkan tampil di dua edisi Piala Dunia, yakni 1995 dan 2006. Prestasi lainnya termasuk meraih gelar Eredivisie bersama Ajax pada musim 1995/1996.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 2014, Denny Landzaat memulai karier sebagai pelatih. Ia mengantongi lisensi pelatih UEFA A dan banyak menjabat sebagai asisten pelatih di berbagai klub papan atas.
Landzaat pernah membantu tim seperti Jong AZ (2015-2016 dan 2016-2017), Feyenoord (2018-2019), Al-Ittihad (2019-2020), Willem II (2021-2022), Al-Taawoun (2022), Lech Poznan (2022-2023), dan Ferencvaros (2024). Ia juga sempat menangani tim muda AZ Alkmaar U-15 dan U-17 sebagai pelatih kepala pada 2016/2017.
Uniknya, Denny Landzaat memiliki darah Maluku dari ibunya dan fasih berbahasa Indonesia. Hal ini menjadi kelebihan tersendiri, terutama dalam komunikasi dengan para pemain Timnas Indonesia.
Selain itu, Landzaat dikenal memiliki kemampuan dalam mengembangkan bakat pemain muda, berkat pengalaman dan wawasan luas yang ia peroleh selama berkarier di klub-klub Eropa.
Meskipun sebagian besar karier kepelatihannya sebagai asisten, pengalaman dan wawasan Landzaat dianggap sebagai aset berharga.
Dalam jajaran pelatih Timnas Indonesia, ia memiliki tugas khusus yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dibandingkan dengan Patrick Kluivert dan Alex Pastoor.
Filosofi permainannya yang disiplin dan fokus pada taktik diharapkan mampu membantu membangun tim yang kompetitif di kancah internasional. ***

