POJOKSATU.id, JAKARTA - Laga final sepakbola SEA Games Kamboja 2023 membuat jantungan penonton Indonesia. Laga berlangsung panas diwarnai 6 kartu merah.

Selain banyak kartu merah, laga sempat terhenti puluhan menit disebabkan keributan antara pemain dan juga ofisial antara kedua tim.

Bahkan salah satu manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, sempat terjengkang karena mendapat pukulan dari ofisial Thailand.

Dari awal pertandingan, Indonesia sepertinya di atas angin dan bisa dengan mudah memenangkan pertandingan karena sempat unggul 2-0.

Namun drama mulai terjadi pada menit ke-9 masa injury babak kedua, meski injury time yang diberikan wasit keempat dalam pertandingan ini adalah 7 menit.

Baca Juga :

Timnas Indonesia U-22 Hajar Thailand 5-2, Akhiri Paceklik 32 Tahun Medali Emas SEA Games

Ketika bola keluar, wasit Qasim Matar Ali Al-Hatmi meniup pluit tanda pelanggaran untuk Thailand.

Namun ofisial Timnas Indonesia U-22 yang berada di pinggir lapangan mengira itu pluit tanda akhir laga.

Indra Sjafri, staf pelatih dan sejumlah pemain Indonesia di bangku cadangan sempat berteriak kegirangan, saling berpelukan dan melakukan selebrasi.

Sejurus kemudian mereka tersadar, ternyata pertandingan belum berakhir. Wasit Qasim Matar Ali Al-Hatmi ternyata memberikan free-kick untuk Thailand.

Dan bermula dari tendangan bebas inilah, Burapha Yotsakon, berhasil menguasai bola di kotak penalti Indonesia lalu menaklukkan Ernando Ari.Kedudukan sama kuat 2-2.

Waktu normal 90 menit akhirnya berakhir dengan skor imbang 2-2.

Para pemain Thailand sempat melakukan selebrasi provokatif dan membuat sejumlah ofisial dan pemain Indonesia terpancing.

Mereka terlibat konfrontasi di pinggir lapangan sehingga petugas keamanan harus turun tangan.


Perkelahian Massal di Pinggir Lapangan


Laga harus dilanjutkan ke babak extra time 2 x 15 menit.

Baru satu menit babak perpanjangan waktu berjalan Irfan Jauhari memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan lalu menaklukkan kiper Thailand, Soponwit rakyart.

Indonesia kembali unggul 3-2. Kali ini selebrasi gol Irfan memancing emosi ofisial dan pemain Thailand.

Kali ini terjadi perkelahian massal di pinggir lapangan.

Situasi memanas di pinggir lapangan saat para pemain cadangan dan ofisial tim Indonesia melakukan selebrasi.

Terlihat seorang ofisial Indonesia yang nampaknya adalah Manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, mendapat tindakan kekerasan dari ofisial Thailand hingga tersungkur atau terjengkang ke bawah.

Situasi makin memanas karena para pemain kedua tim juga terlibat friksi. Hingga wasit akhirnya mengeluarkan sejumlah kartu merah.

Wasit Qasim Matar Ali Al-Hatmi mengeluarkan sejumlah kartu merah untuk ofisial kedua tim.

Kiper Thailand Soponwitrakyart dan Bek Indonesia Komang Teguh mendapat kartu merah.

Sementara dua orang ofisial Thailand juga diganjar kartu merah oleh wasit.

Setelah itu laga kembali dilanjutkan dengan kedua tim hanya bermain dengan 10 pemain.

Jumlah pemain Thailand di lapangan kembali harus berkurang pada menit ke-102.

Kali ini bek andalan mereka, Jonathan khemdee yang mendapat kartu kuning kedua setelah menendang kepala Rio Fahmi.

Meski demikian, hingga babak pertama perpanjangan waktu berakhri skor tetap 3-2 untuk Indonesia.

Pada awal babak kedua Extra Time, Fajar Faturrahman membawa Indonesia unggul 4-2.

Menerima umpan pendek Rio Fahmi, Fajar melepaskan sepakan terukur di sisi kotak 16 Thailand dan tak bisa dijangkau kiper lawan.

Pada menit ke-118, Teerasak juga mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah usai melanggar Ananda Raehan.

Dengan demikian, Thailand hanya bermain dengan delapan pemain di lapangan lawan 10 pemain Indonesia.

Akhirnya pada menit ke-119, Beckham Putra memastikan Indonesia menang 5-2 setelah memaksimalkan bola pantul hasil sepakan Marselino.

6 Kartu Merah


Pemain Indonesia, Komang Teguh dan kiper Thailand, Soponwit Rakyart diganjar kartu merah karena terlibat kericuhan.

Sementara dua orang ofisial Thailand juga diganjar kartu merah.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Thailand kembali kehilangan pemainnya yakni Jonathan Khemdee setelah mendapatkan kartu kuning kedua hingga harus bermain dengan 9 orang.

Pada menit ke-118, pemain Thailand Teerasak juga mendapat kartu merah atau kartu kuning kedua sehingga Thailand hanya bermain dengan 8 orang pemain. (ikror/pojoksatu)