POJOKSATU.ID - Real Madrid bersama bintang barunya, Kylian Mbappe menjalani musim 2024/25 dengan buruk. Kini mereka mengincar Copa del Rey sebagai penyelamat.
Kegagalan Real Madrid di Liga Champions terasa menyakitkan, terutama bagi Kylian Mbappe dan pelatih Carlo Ancelotti.
Namun, kemenangan di final Copa del Rey melawan Barcelona pada Sabtu dapat mengobati rasa sakit itu dengan cepat.
Baca Juga: Luis Enrique Klaim Bikin Blunder Jelang Duel Arsenal vs PSG
Los Blancos tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-1 dari Arsenal awal April lalu.
Sementara itu, rival abadi mereka, Barcelona, lolos ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2019.
Barcelona kini bermimpi meraih quadruple, namun Real Madrid akan puas menggagalkan mimpi itu, bukan hanya mengangkat trofi Copa del Rey.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan 4 Kabar Gembira untuk Guru di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025
Permainan menyerang Barcelona yang memukau membawa mereka ke puncak klasemen La Liga.
Blaugrana unggul empat poin dari juara bertahan Los Blancos, dengan lima laga tersisa musim ini.
El Clasico di Final Copa del Rey
Laga final Copa del Rey musim ini antara Barcelona vs Real Madrid akan dihelat di Estadio de La Cartuja (Sevilla), Minggu dini hari 27 April 2025, mulai pukul 03.00 WIB.
Setelah dua kekalahan menyakitkan di El Clasico sebelumnya, Madrid harus tampil maksimal di Sevilla.
Mereka kalah 4-0 di La Liga dan 5-2 di final Supercopa Spanyol yang digelar di Arab Saudi.
Jika Ancelotti bisa menemukan formula untuk mengacaukan ritme Barcelona, itu akan sangat berguna.
Pasalnya, kedua tim akan bertemu lagi pada 11 Mei dalam laga besar penentuan gelar juara.
Untuk itu Ancelotti akan mengandalkan para pemainnya terutama Kylian Mbappe untuk unjuk gigi di final Copa del Rey.
Meski telah mencetak 33 gol musim ini di semua ajang, Mbappe dianggap sebagai simbol kegagalan Madrid musim ini.
Saat wajah Mbappe muncul di layar besar Bernabeu pekan lalu, sebagian fans mencemoohnya.
Namun, di Madrid, dicemooh fans adalah bagian dari ujian para bintang besar.
Cristiano Ronaldo, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Madrid, pun pernah mengalami hal serupa.
Tahun lalu Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions, lalu mendatangkan striker Prancis impian mereka.
Baca Juga: Ketum Himmah Anggap Jokowi Negarawan Sejati, Penuntut Ijazah Aslinya Dituding Antek Asing
Namun Ancelotti kesulitan menempatkan Mbappe tanpa mengganggu keseimbangan tim sepanjang musim.
Masalah makin rumit saat empat bintang menyerang dimainkan bersama: Mbappe, Vinicius, Bellingham, dan Rodrygo.
Ancelotti mungkin akan mencoba pendekatan berbeda di final Copa del Rey kali ini.
Barcelona mencetak sembilan gol dalam dua pertemuan terakhir melawan Madrid musim ini.
Pelatih asal Italia itu diprediksi akan dipecat di akhir musim, meski kontraknya masih tersisa satu tahun.
Namun, jika bisa menutup musim dengan satu atau dua trofi, itu akan menjadi penutup yang layak.
Cedera pergelangan kaki yang dialami Mbappe bisa menjadi alasan untuk menyimpannya sebagai cadangan dulu.
Tapi, Mbappe mencetak dua gol Madrid saat kalah di Arab Saudi bulan Januari lalu.
Meski dicemooh belakangan ini, ia tetap jadi pemain terbaik Madrid sepanjang 2025.
Sehingga keputusan tidak memainkan Mbappe sejak awal bisa menjadi risiko besar bagi Ancelotti dan Real Madrid tentunya.
Ancelotti menyatakan pada Selasa (22/4) bahwa Mbappe diperkirakan akan fit untuk laga tersebut. Sang striker juga sudah ikut latihan pada Kamis kemarin.
"Kami sedikit mengubah gaya main, kami punya pemain dengan karakter berbeda," kata Ancelotti pekan ini.
"Sulit bagi kami menemukan keseimbangan, tapi jika kami menemukannya, kami bisa menang."
Rodrygo kemungkinan besar akan dicadangkan jika Ancelotti menambahkan gelandang ekstra. Langkah ini bertujuan untuk menguasai permainan lebih baik di lini tengah.
Sejak Toni Kroos pensiun musim panas lalu, Madrid kesulitan mendominasi pertandingan.
Cedera panjang pada Dani Carvajal, Eder Militao, dan beberapa pemain lain juga melemahkan lini belakang.
Dengan masa depannya masih abu-abu dan gelar dipertaruhkan, Ancelotti mungkin melepas "empat fantastis"-nya.
Ancelotti akan berusaha mencari penebusan untuk musim yang tak sesuai harapan bagi Madrid.
Ini mungkin jadi solusi jangka pendek terbaik, karena persoalan utama ada di perencanaan skuad.
"Kami mengirim banyak umpan silang, tapi kami tak punya Joselu, striker murni di depan," keluh kiper Thibaut Courtois.
Madrid punya penyerang hebat, namun kehilangan Joselu, eks Stoke dan kini di Al-Gharafa, sangat terasa.
Permasalahan skuad harus diselesaikan musim panas nanti, termasuk masa depan Ancelotti.
Namun sekarang, menang atas Barcelona dengan cara apa pun bisa memberikan kelegaan instan.***

