POJOKSATU.id – Como melakukan renovasi kilat Stadion Sinigaglia agar pertandingan kandang Liga Champions dapat digelar di markas sendiri.

Keberhasilan tersebut menjadi cerita menarik setelah klub milik pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara itu memastikan tiket Liga Champions dengan finis empat besar Serie A musim lalu.

Como mengalahkan Hellas Verona pada Mei untuk mengamankan posisi empat besar sekaligus mengungguli AC Milan dan Juventus.

Namun, keberhasilan tersebut langsung menghadirkan pekerjaan besar karena Stadion Sinigaglia belum memenuhi persyaratan pertandingan kompetisi Eropa.

Baca Juga: Deco Ungkap Alasan Barcelona Pilih Anthony Gordon Ketimbang Striker Man United

Como kemudian hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan berbagai peningkatan stadion sesuai standar yang ditetapkan UEFA.

Tanpa renovasi tersebut, Como harus memindahkan empat pertandingan kandang Liga Champions sejauh sekitar 200 kilometer menuju markas Sassuolo.

Keputusan itu tentu akan mengurangi keuntungan bermain kandang sekaligus menjauhkan pertandingan Eropa dari pendukung mereka.

Renovasi Kilat Mengubah Nasib Como

Manajemen Como bergerak cepat melakukan renovasi berbagai fasilitas selama periode musim panas yang sangat singkat.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Champions 10 September: Bayern dan Man United Dijagokan Menang

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan tribun baru, peningkatan infrastruktur, sistem keamanan, serta fasilitas operasional stadion secara menyeluruh.

“Renovasi untuk memenuhi persyaratan UEFA telah selesai,” demikian pernyataan resmi Como mengenai pekerjaan Stadion Sinigaglia.

Stadion tersebut akhirnya memperoleh status Kategori 4 UEFA setelah seluruh pekerjaan dinyatakan memenuhi standar kompetisi.

Renovasi juga mencakup pembangunan kembali Curva Ovest, peningkatan lampu stadion, fasilitas media, toilet, serta sistem keamanan.

Lapangan pertandingan turut mengalami perubahan signifikan dengan pelebaran sekitar dua meter dan pemasangan rumput hibrida generasi terbaru.

Rumput tersebut dipasang berdasarkan permintaan Cesc Fabregas untuk membantu Como menjalankan permainan berbasis penguasaan bola.

“Sinigaglia telah menjadi rumah Como 1907 selama hampir satu abad,” ujar klub dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: KJP Plus Tahap II 2026 Masih Cair Bertahap, Cek Dana yang Sudah Masuk dan Status Penerima

Como kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu yang sangat terbatas.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu mewujudkan ini,” kata pernyataan Como kepada publik.

Debut Bersejarah di Markas Sendiri

Dengan renovasi tersebut, Fabregas akan memimpin Como menjalani debut pertama mereka dalam kompetisi antarklub terbesar Eropa.

Como dijadwalkan menghadapi RB Leipzig, Manchester United, AEK Athens, serta Paris Saint-Germain dalam pertandingan kandang fase liga.

Baca Juga: Empat Kampus Buka Pendaftaran S1 Kedokteran 2026, Cek Syarat dan Link Resminya

Keempat pertandingan tersebut sebelumnya terancam dipindahkan karena kondisi stadion belum memenuhi standar pertandingan Liga Champions.

Keberhasilan renovasi membuat Como akhirnya dapat mempertahankan atmosfer pertandingan Eropa di kota sendiri bersama pendukungnya.

Pencapaian ini melanjutkan perkembangan pesat Como sejak berada di bawah kepemilikan Djarum Group mulai 2019.

Como sebelumnya menjalani perjalanan panjang dari Serie C hingga promosi ke Serie A pada musim 2023/2024.

Fabregas kemudian dipercaya membawa klub berkembang di kompetisi teratas Italia dan mencatatkan finis kesepuluh serta keempat.

Kini, Como -di Bawah kepemimpinan presiden klub, Mirwan Suwarso- siap menghadapi tantangan baru, tampil pertama kali di Liga Champions sekaligus mempertahankan Sinigaglia sebagai kandangnya.***