POJOKSATU.ID - Gelandang Arsenal, Jorginho menceritakan kisah kelam di awal karirnya menjadi pemain sepak bola profesional. Ia pernah kena tipu agennya sendiri.
Jorginho (31 tahun), mengungkapkan bahwa ia terpaksa hidup dengan 20 euro (Rp330 ribu) per minggu saat tinggal di sebuah biara, setelah ditipu agennya dengan mencuri uang darinya.
Dilahirkan di Brasil, pemain Timnas Italia ini mengalami masa transisi sulit ke sepakbola Eropa setelah tiba di Hellas Verona, yang saat itu bermain di Serie B, pada usia 15 tahun.
Baca Juga: Jude Bellingham Raih Golden Boy 2023, Pemain Real Madrid Pertama dalam Sejarah, The Real Wonderkid
Demikianlah motivasi Jorginho untuk menjadi pemain sepakbola profesional, ia tetap bertahan meskipun tinggal di sebuah biara bersama lima pemain muda lainnya.
"Saya pergi ke Italia (dari Brasil) dan kemudian saya tinggal dengan 20 euro per minggu," katanya kepada The Athletic, dikutip Pojoksatu.id dari TalkSport, Selasa 5 Desember 2023.
"Saya tinggal di biara. Kami tidak melihat para imam. Anda tahu, ada bagian untuk para imam dan kemudian ada bagian lain, koridor ini dengan semua kamar tidur, seperti untuk siswa, untuk pemain muda."
Baca Juga: Donny van de Beek Tawarkan Diri ke Barcelona, Separuh Pemain Man United Musuhi Ten Hag
"Dulu saya tinggal di sana dengan lima anak laki-laki. Kami enam di dalam satu kamar dan kami diperlakukan begitu baik. Ketika saya pergi ke sana untuk pertama kalinya, saya berusia 15 tahun."
Tetapi kisah terburuk dialami ketika Jorginho sadar bahwa agennya telah mengambil uang yang seharusnya menjadi haknya selama waktu yang cukup lama.
"Saya berusia 15 tahun dan kami tinggal dengan 20 euro per minggu, selama satu setengah tahun, kemudian saya mengetahui agen itu mengambil uang," tambah mantan gelandang Chelsea dan Napoli itu.
Baca Juga: Presiden Jokowi Jadi Kiper di Manggarai, Catat 2 Save Kebobolan Satu Gol
Jorginho menolak untuk mengungkapkan jumlah uang yang diambil darinya, tetapi ketika ditanya apakah itu banyak, dia menjawab: "Situasi itu? Iya. Itu banyak. Dan saat saya tahu, saya gila. Sepakbola berakhir pada saat itu. Saya ingin pulang."
Situasi itu memang sempat membuat Jorginho frustasi. Ia sedih dan menangis karena tidak bisa mengirim uang untuk orangtuanya di kampung.
"Bagi saya, semuanya sudah selesai. Saya ingin menyerah. Saya menelepon ke rumah, menangis, dan berkata, 'Ini sudah cukup bagiku'."
"Saya merindukan begitu banyak — teman-teman saya, keluarga saya, rumah saya. Dan saya hidup dengan 20 euro per minggu. Saya tidak bisa membantu ibu saya, ayah saya. Jadi, apa yang saya lakukan di sini?"
Baca Juga: Wajib Kunjungi! Air Terjun Moramo Sungguhkan Keindahan Memukau
Pemain berusia 31 tahun ini mengklaim bahwa ambisinya dalam sepakbola adalah ingin membantu memenuhi kebutuhan orangtuanya di Brasil.
Setelah mengetahui tindakan agennya, keinginan Jorginho adalah kembali ke rumah, tetapi ia dibujuk orangtuanya yang mendorongnya untuk terus mengejar mimpinya.
"Untungnya, saya punya orangtua yang berkata 'tidak' padaku. Mereka berkata, 'Kamu tidak akan pulang. Kamu terlalu jauh (mencapai kesuksesan di sepakbola profesional) sekarang'," ungkapnya.
"Sangat dekat, saya berlatih dengan tim utama. Saya berusia 17 tahun dan saya berlatih dengan tim utama dan mereka berkata, 'Tidak, kamu terlalu dekat. Kamu tidak boleh menyerah sekarang'. Dan saya seperti, 'Tolong, bawa saya pulang'. Dan mereka berkata, 'Tidak, kamu tidak pulang'.
"Jadi mereka meyakinkan saya untuk tetap tinggal. Untungnya. Dan kemudian segalanya mulai berubah."
Jorginho sendiri merupakan bagian dari performa apik Arsenal yang memuncaki klasemen sementara Liga Inggris sejauh musim ini.
Meskipun dalam tiga laga terakhir, posisinya di tim utama mulai tergusur. Jorginho juga baru mencetak satu gol dalam 17 penampilan di semua kompetisi musim ini.***

