POJOKSATU.ID - Timnas Indonesia U23 akan menghadapi Guinea U23 pada babak play off Olimpiade Paris 2024, Kamis malam 9 Mei 2024. Jika menang, Garuda Muda lolos ke Olimpiade untuk pertama kali dalam 68 tahun terakhir.

Tim sepak bola putra Indonesia pertama dan terakhir kali tampil di putaran final Olimpiade terjadi pada edisi 1956 di Melbourne, Australia.

Hebatnya, dalam penampilan perdananya itu, Timnas Garuda mampu menembus babak perempat final hingga menuai pujian dunia sepak bola karena memiliki pertahanan yang solid.

Baca Juga: Ramai Kenaikan UKT di Kampus, UPI Bandung Adem Ayem, Kok Bisa? Mahasiswa Baru Cek Besaran Biaya Kuliah

Lalu bagaimana kisah Indonesia bisa tampil di Olimpiade 1956, apakah melalui babak kualifikasi?

Dikutip Pohoksatu.id dari Wikipedia, Olimpiade 1956 merupakan edisi perdana dilakukan babak kualifikasi cabor sepak bola untuk menentukan 16 tim ke putaran final, lewat format kandang-tandang.

Timnas Indonesia terbilang beruntung saat itu karena dari hasil undian babak kualifikasi, dipertemukan dengan Taiwan atau Chinese Taipei.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Bayern Munich 9 Mei, Leg Kedua Lebih Menegangkan

Taiwan memutuskan mundur setelah komite penyelenggara menetakan bahwa mereka harus bermain di bawah bendera FIFA selama leg pertama.

Hal itu dilakukan komite Olimpiade karena kekhawatiran terkait kerusuhan sosial dan politik di Indonesia.

Alhasil, Indonesia pun melangkah mulus ke putaran final Olimpiade (seharusnya) bersama 15 tim lainnya yang dinyatakan lolos dari babak kualifikasi.

Baca Juga: Kabar Baik dari PSSI Soal Siaran Langsung Indonesia vs Guinea, Live di TV Nasional?

Hasil undian putaran final saat itu adalah Uni Soviet melawan Jerman, Inggris Raya kontra Thailand, Australia lawan Jepang.

Kemudian Bulgaria lawan Mesir, India kontra Hungaria, Indonesia lawan Vietnam Selatan, Tiongkok menghadapi Turki dan Amerika Serikat jumpa Yugoslavia.

Namun dari 16 kontestan putaran final Olimpiade Melbourne 1956 di atas, lima diantaranya memutuskan mundur.

Beberapa negara menarik diri sebelum turnamen dengan berbagai alasan. Kebanyakan karena faktor politik dan perang.

Tiongkok memboikot Olimpiade sebagai protes atas penerimaan Taiwan, meski dalam perjalanannya Taiwan juga mundur di babak kualifikasi.

Baca Juga: Ini Perkembangan Kasus PPPK Madina 2023 di Inspektorat, Masih Usahakan Minimal 2 Alat Bukti

Kemudian Mesir memboikot Olimpiade sebagai protes atas invasi Israel, Inggris, dan Prancis.

Turki, Vietnam Selatan, dan runner-up Piala Dunia terbaru saat itu Hungaria yang difavoritkan di Olimpiade 1956, justru mundur karena penindasan pasukan Uni Soviet di negara mereka.

Oleh karena itu, hanya tiga pertandingan yang dimainkan pada putaran pertama: karena Tiongkok dan Turki diundi melawan satu sama lain, pertandingan mereka dibatalkan.

Pemenang laga ini seharusnya menghadapi Amerika Serikat atau Yugoslavia.

Akhirnya duel Amerika Serikat vs Yugoslavia dimajukan jadi pertandingan babak perempat final.

Adapun hasil dari tiga pertandingan putaran pertama, Uni Soviet mengalahkan Jerman 2–1, Inggris mengalahkan Thailand 9–0, dan Australia menang 2-0 atas Jepang.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Duluan Nyatakan Oposisi dari PKS, Mardani : Itu Ksatria Bravo Mas Ganjar

Uni Soviet, Inggris dan Australia lolos ke putaran kedua alias perempat final, bersama tiga negara lain yang menang WO karena lawannya mundur.

Antara lain Bulgaria, India, dan Indonesia, ditambah Amerika Serikat dan Yugoslavia (saling berhadapan).

Pada babak 8 besar inilah Indonesia membuka mata dunia saat menghadapi Uni Soviet di Olympic Park Stadium Melbourne, Australia, 29 November 1956.

Tim Merah putih sukses menahan imbang Uni Soviet tanpa gol. Setelah laga dilanjutkan sampai tambahan waktu pun, kedudukan tak berubah.

Solidnya pertahanan Indonesia saat itu menjadi buah bibir di mana-mana. Para atlet Olimpiade Melbourne 1956 bergosip tentang mengesankannya pertahanan Timnas Sepak Bola Indonesia.

Uni Soviet ketika itu adalah tim papan atas di dunia. Mereka memiliki sosok kiper legendaris, Lev Yashin.

Sementara Timnas Indonesia sama sekali tidak dianggap sebagai tim yang hebat di mata dunia.

Baca Juga: Di Balik Halaman: Proses Kreatif di Balik Pembuatan Manga Jepang

Presiden FIFA, Sir Stanley Rous juga melontarkan pujian dengan menyebut pertahanan Timnas Garuda tampil sempurna di hadapan barisan penyerang Soviet.

Namun saat itu, belum ada aturan adu penalti, sehingga pertandingan Indonesia melawan Uni Soviet harus diulang dua hari kemudian.

Tony Pogacknik selaku pelatih Timnas Indonesia saat itu punya dua hari untuk istirahat dan mengatur strategi bagaimana menaklukan Uni Soviet.

Konon, mata-mata sepak bola Soviet ketika itu berhasil mencuri strategi bagaimana membobol pertahanan Indonesia.

Akhirnya Garuda pun takluk dari tim beruang merah Soviet dengan skor telak 0-4, pada laga ulangan.

Susunan Pemain Indonesia vs Uni Soviet

Indonesia: Maulwi Saelan (GK), Chairuddin Siregar, Ramlan Yatim, Kiat Sek Kwee, Liong Houw Tan, Endang Witarsa, Andi Ramang, Achad Arifin, Him Tjang Thio, Jasrin Jusron

Uni Soviet: Boris Rasinski (GK), Nikolai Tishenko, Boris Kuznetsov, Anatoli Maslyonkin, Anatoli Bashaskhin, Igor Netto, Boris Tatushin, Valentin Ivanov, Eduard Streltsov, Sergei Salnikov, Anatoli Ilyin.

Uni Soviet sendiri terus melaju hingga babak final dan meraih medali emas setelah menaklukkan Yugoslavia dengan skor tipis 1-0, lewat gol semata wayang Anatoli Ilyin.

Cabor Sepak Bola Olimpiade Melbourne 1956

Putaran Pertama (16 Besar)

  • Uni Soviet vs Jerman : 2-1
  • Inggris Raya vs Thailand : 9-0
  • Australia vs Jepang : 2-0
  • Bulgaria vs Mesir (mundur)
  • India vs Hungaria (mundur)
  • Indonesia vs Vietnam Selatan (mundur)
  • Tiongkok vs Turki (sama-sama mundur)
  • Amerika Serikat dan Yugoslavia (diundi melawan satu sama lain: pertandingan ditunda hingga perempat final).

Putaran Kedua (8 Besar)

  • Yugoslavia vs Amerika Serikat : 9-1
  • Uni Soviet vs Indonesia : 0-0, Laga Ulangan : 4-0
  • Bulgaria vs Inggris Raya : 6-1
  • Australia vs India : 2-4

Baca Juga: Menuju Perdesaan yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera di Tahun 2045

Semifinal

  • Yugoslavia vs India: 4-1
  • Uni Soviet vs Bulgaria: 2-1 (ekstra time)

Final

  • Perebutan Medali Perunggu: Bulgaria vs India: 3-0
  • Perebutan Medali Emas: Uni Soviet vs Yugoslavia: 1-0

Tepat 20 tahun setelah Olimpiade Melbourne itu, Indonesia kembali punya peluang lolos ke putaran final turnamen multievent terakbar di dunia ini, Olimpiade Montreal 1976.

Yakni menghadapi Korea Utara pada babak final pra Olimpiade Grup II Zona Asia.

Namun sekali lagi, Indonesia gagal mendapat tiket ke Olimpiade Montreal 1976 setelah dikalahkan Korea Utara melalui adu penalti.

Laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 26 Februari 1976 tersebut berlangsung sengit.

Baca Juga: 4 Tips Perbesar Dipanggil PPG Daljab 2024, Sederhana tapi Banyak Guru Non Serdik yang Tidak Melakukan

Kedua tim bermain dengan gaya yang kontras. Korea Utara bermain defensif dan mengandalkan serangan balik cepat.

Sementara, Indonesia mengandalkan agresivitas dan kecepatan para pemain mereka, terutama dari sektor sayap.

Pada babak adu penalti, Indonesia kalah 4-5 dari Korea Utara setelah eksekusi penalti Oyong Liza, Anjas Asmara, dan Sueb Rizal gagal membobol gawang Jin In Chol.

Sejak saat itu, tim Merah Putih tidak pernah lagi berada pada fase sedekat tahun ini untuk tampil di Olimpiade Paris.

Yah, Indonesia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk melenggang ke putaran final Olimpiade 2024.

Sebagai tim peringkat keempat Piala Asia U23 2024, Timnas Indonesia U23 akan menjalani babak play off melawan tim peringkat keempat Piala Afrika U23 2023, Guinea U23.

Pertandingan Indonesia vs Guinea sendiri akan digelar di Centre National du Football de Clairefontaine, Prancis, pada Kamis 9 Mei 2024 pukul 20.00 WIB.

Akankah Garuda Muda mampu mengepakkan sayapnya terbang ke Paris tahun ini? Atau pecinta sepak bola Tanah Air harus menunggu lebih lama lagi untuk melihat Timnas Indonesia di Olimpiade. Menarik ditunggu.***