POJOKSATU.id, JAKARTA - Liga 1 musim 2023/24 baru berjalan dua pekan, namun sudah banyak kontroversi terjadi. Terutama soal kepemimpinan wasit yang dianggap sangat buruk.

Buruknya kepemimpinan wasit Liga 1 di awal musim 2023/24 ini dinilai sebagai masalah serius, yang jauh lebih penting untuk segera ditangani ketimbang para stekholder berdebat kusir soal standar Jakarta International Stadium atau JIS.

Demikian disampaikan pengamat sepak bola Tanah Air, Binder Singh di akun Youtube Bola Bung Binder, Minggu 10 Juli 2023.

Dalam video tersebut, Binder Sing menyoroti kepemimpinan wasit dan pentingnya ada aturan yang jelas dan tegas untuk suporter.

Komentator bola yang identik dengan kepala pelontos itu secara tegas menyebut kepemimpinan wasit dalam dua pekan awal Liga 1 musim ini sangat kacau.

BACA JUGA: Buro Happold Blak-blakan soal JIS yang Dibangun di Era Anies Baswedan, PKS tak Terima dan Sebut Politis

Sorotan mengenai kepemimpinan wasit Liga 1 ini dibuat Bung Binder setelah mendapat banyak pesan mengenai cuplikan sejumlah pertandingan yang menunjukkan betapa buruknya kinerja pengadil di lapangan.

Bung Binder menyebut sejumlah pertandingan yang jadi sorotan publik karena pememimpinan wasit yang buruk.

Seperti duel PSS Sleman vs Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, laga Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta serta Persebaya Surabaya kontra Barito Putera.

Bung Binder menyoroti begitu banyak keputusan wasit yang sangat mendasar dan dianggap seharusnya diputuskan dengan adil namun justeru merugikan tim yang bertanding.

Misalnya pelanggaran yang secara kasat mata terlihat jelad di luar kotak 16, tapi malah diputuskan penalti.

BACA JUGA: Survei LSI : Nama Prabowo Makin Meroket, Anies Makin Anjlok

Sebaiknya, ada pelanggaran di kotak terlarang namun dianggap bukan pelanggaran.

Begitu juga dengan insiden gol yang jelas-jelas onside namun dianulir.

Pria kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1972 ini memaklumi bahwa wasit sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan.

Tapi wasit itu harus lebih banyak benarnya, karena kalau lebih banyak salahnya maka akan sangat merugikan klub.

Kepemimpinan wasit yang buruk juga merusak antusias pecinta sepak bola untuk menikmati pertandingan Liga 1 yang saat ini trennya sudah semakin bagus.

Dengan kekacauan pengadil lapangan dalam dua pekan awal Liga 1 musim ini, Bung Binder lantas mempertanyakan seleksi yang katanya super ketat yang dilakukan PSSI sebelum kompetisi bergulir.

BACA JUGA: Aryanto Misel Ternyata juga Ciptakan Bom Pemadam Api dari Kulit Singkong, Pembelinya dari Luar Negeri

Seleksi super ketat yang hanya menghasilkan 18 wasit yang dianggap layak memimpin Liga 1 itu ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan.

Ini menjadi catatan buruk yang menurut Bung Binder sangat urgen untuk dibenahi ketimbang debat kusir standar JIS.

Sebab JIS baru bisa disebut memenuhi standar atau tidak jika sudah ditinjau FIFA, sementara hingga hari ini federasi sepak bola internasional itu belum melakukan peninjauan.

Untuk itu, Bung Binder meminta PSSI agar saat ini lebih fokus mengatasi masalah kepemimpinan wasit ini ketimbang JIS.

Pasalnya jika 18 wasit Liga 1 saat ini tidak bisa memperbaiki performanya pada laga-laga berikutnya, itu akan jadi sangat fatal dan berdampak buruk dalam perkembangan sepak bola Indonesia.

Apalagi jika Video Assistant Referee atau VAR sudah diterapkan, itu tidak akan maksimal jika wasit tidak bisa memimpin pertandingan dengan baik. Tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan asisten wasit 1 dan 2, serta wasit cadangan.

VAR ini nantinya akan dioperasikan oleh wasit. Ketika melihat insiden melalui layar komputer di ruang VAR, langsung dikomunikasikan dengan wasit di lapangan.

"Kalau di dalam lapangan saja tidak bisa menjalankan tugas dengan baik -saya tidak mengatakan harus sempurna- bagaimana dia bisa membuat kesimpulan atau keputusan yang tepat di depan layar VAR untuk disampaikan ke wasit lapangan," tegas Bung Binder.

Terkait buruknya kepemimpinan wasit ini, Bung Binder juga meminta komisi wasit untuk bertindak tegas. Mengevaluasi kinerja pengadil lapangan dan menjatuhkan sanksi.

Mulai teguran, suspend -larangan memimpin pertandingan- beberapa laga, hingga dicoret dari daftar wasit Liga 1 musim ini.

Sebab jika dibiarkan terus menerus seperti ini, harapan memajukan sepak bola Indonesia hanya angan semata.

Editor: Jumaidil Halide