POJOKSATU.id - Jerey PSKC Cimahi viral dan mendadak mendunia, setelah diunggah Ganindra Bimo melalui sebuah video.

Itu merupakan video saat Ganindra Bimo mengunjungi sebuah jersey store di Berlin, Jerman, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi matanya kemudian fokus pada salah satu jersey yang ternyata adalah jersey PSKC Cimahi.

Istimewanya, jersey PSKC Cimahi yang berlaga di Liga 2 Indonesia itu dipajang dengan menggunakan manekin atau patung.

Baca Juga: Sulit Dapatkan Lawan Ujicoba yang Setimpal di Dalam Negeri, Wushu Sumut Berangkatkan 11 Atlet Sanda PON 2024 ke Guangzhou China

Bukan dipajang dengan digantung. Berarti cukup istimewa dong.

Jersey itu juga ditempatkan sejajar dengan jersey klub-klub dunia lainnya.

Ganindra Bimo pun mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya.

Apalagi jesey tersebut ternyata dibuat dan produksi asli apparel Calma Indonesia asal Bekasi.

Baca Juga: Indonesia Negara Tertinggi Kasus Kanker Serviks di ASEAN, Dorong Peningkatan Capaian Imunisasi HPV pada BIAS 2024

Diketahui, jersey PSKC CImahi yang viral itu merupakan jersey ketiga klub berjuluk Laskar Sangkuriang Panser Cimahi itu.

Bagaimana jersey tersebut sampai bisa ke luar negeri dan mendunia?

Owner Calma Indonesia, Eko Fadly mengungkap, hal itu bermula dari unggahan seorang kolektor jersey asal Italia.

Sang kolektor saat itu mengunggah foto pertandingan PSKC yang tengah mengenakan jersey ketiga itu.

Unggahan itu kemudian diunggah ulang banyak akun. Termasuk akun-akun bola dan akun-akun jersey dari negara-negara Eropa.

Baru sekitar Desember 2023, akun Classic Football Shirts (CFS) world wide menghubungi Calma Indonesia untuk memesan jersey ketiga PSKC Cimahi.

"CFS kan store terbesar jersey dunia. Mereka minta penawaran," terang dia.

Saat itu disepakati CFS memesan 800 piece dan dikirimkan pada Januari 2024.

Baca Juga: Polsek Kebon Jeruk Tangkap Pengedar Sabu dan Tembakau Sintetis, Begini Modusnya

"Kemudian diposting di medsos mereka, Akhirnya ramai kemana-mana," jelas Eko.

Setelah itu pesanan dari berbagai negara mulai banyak diterima seperti Perancis dan Brazil.

Karena banyaknya pemesanan, pihaknya akhirnya memproduksi lebih banyak lagi.

 

Proses Kreatif dan Inspirasi

Eko menceritakan, saat itu Calma Indonesia ikut pitching tahun lalu dan terpilih mendesain jersey ketiga PSKC Cimahi.

Baca Juga: Dipastikan Bu Nunuk 248.497 Guru Honorer tak Bisa Diangkat PPPK 2024, Pemda Kapok APBD-nya Oleng, Apakah UU ASN 2023 akan Direvisi?

Saat itu ia dituntut harus bisa menghasilkan jersey yang unik dan khas serta out of the box.

Karena itu Eko lantas melakukan riset.

Eko mengaku sempat mentok lantaran Cimahi tidak memiliki identitas dan ciri khas sendiri karena kalah menonjol ketimbang Bandung.

Ia lantas memiliki ide menuangkan pemandangan alam pada jersey tersebut.

Untuk desain, ia bekerjasama dengan seniman di Forum Kesenian Bekasi.

"Saya minta dibuatkan lukisan abstrak gunung, alam. Ada sungai, pohon, dan lain-lain. Akhirnya dapat," ungkap Eko.

Pria yang pernah jadi tim IT Pojoksatu.id ini lantas mendapat 10 desain hasil lukisan tangan.

Dari 10 lukisan tersebut, ada dua lukisan yang dianggap paling cocok.

Baca Juga: Baru Kenal Minta Jatah, Pria di Jaksel Nekat Lukai Kekasihnya Gegara Nolak Diajak Begituan

Proses selanjutnya dilakukan digital imaging untuk membubuhkan warna.

Pada jersey itu, dimasukkan warna yang dominan oranye, hitam, hijau, biru, dan lainnya.

"Kita bawa ke klub dan klub bilang oke," papar dia.

Rencananya jersey ketiga itu kali pertama dipakai di laga perdana putaran kedua melawan Malut United.

"Ternyata enggak bisa karena Malut United jerseynya merah," beber dia.

Baca Juga: Park Ji Won Mendadak Mundur dari Jabatan CEO HYBE di Tengah Perseteruan dengan Min Hee Jin, Sosok Lee Jae Sang Ditunjuk sebagai Penggantinya

Jersey karya Calma Indonesia itu lantas baru bisa dipakai saat laga melawan PSIM Yogyakarta di Bandung pada September 2023 lalu.

Untuk proses pembuatan sendiri, Eko mengaku hanya memerlukan waktu sekitar dua mingguan.

Berawal dari sini, tahun ini Calma Indonesia siap menjalin kerjasama dengan dua klub Liga 2.

"Untuk PSKC kita kontrak satu musim. Yang akan kerjasama sudah MoU Persipati Pati dan satu lainnya masih proses," ungkap dia.

Eko menyebut, sebagai 'pemain baru' dalam dunia apparel, Calma Indonesia bisa berkembang tidak dengan instan.

"Prosesnya lumayan panjang dan butuh kerja keras," beber dia.

Calma Indonesia sendiri memiliki workshop produksi di Kota Bekasi.

Eko merasakan sangat terbantu atas program pembinaan UMKM Pemerintah Kota Bekasi.

“Kami merasakan sentuhan langsung program pembinaan Walikota Bekasi saat itu, Bapak Tri Adhianto, hingga akhirnya proses produksi kami berjalan dengan lancar,” tandasnya.***