POJOKSATU.id – Keputusan mengejutkan datang dari striker legendaris Leicester City, Jamie Vardy, yang telah memastikan dirinya akan meninggalkan klub pada akhir musim ini.

Setelah hampir 13 tahun memperkuat The Foxes, Vardy akhirnya menutup lembaran panjang penuh sejarah di King Power Stadium.

Kepergiannya menandai akhir dari sebuah era yang tak terlupakan bagi klub maupun para penggemar.

Vardy yang juga pernah menjadi striker andalan timnas Inggris didatangkan dari Fleetwood Town pada 2012 dengan mahar hanya £1 juta, menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
 
Tak banyak yang menyangka, pemain yang dulu bermain di divisi non-liga ini akan berubah menjadi ikon Leicester City, bahkan membantu klub tersebut menjuarai Premier League pada musim 2015/2016 dibawah kepelatihan Claudio Ranieri.
 
 
Sebuah pencapaian yang dianggap sebagai keajaiban dalam dunia sepak bola dimana saat itu Liga Premier Inggris didominasi oleh tiga klub papan atas seperti Manchester United, Manchester City dan Chelsea.

Melalui akun media sosialnya, Vardy mengonfirmasi kepergiannya dari klub yang telah menjadi rumahnya selama lebih dari satu dekade.
Ia akan meninggalkan Leicester sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.

Selain sukses di kompetisi domestik, ia juga menorehkan gol di ajang bergengsi seperti Liga Champions dan Liga Europa, bahkan meraih gelar Golden Boot musim 2019/20.

Dalam pernyataannya yang menyentuh hati, Jamie Vardy mengungkapkan betapa sulit keputusan ini baginya.
 
 
“Saya merasa sangat sedih hari ini akhirnya datang, tetapi saya tahu ini pasti akan terjadi suatu saat nanti. Saya telah menjalani 13 tahun yang luar biasa di klub ini, dengan banyak kesuksesan, beberapa masa sulit, tetapi sebagian besar adalah momen-momen indah,” ujar Vardy.
 
“Mereka menginginkan saya disini ketika tidak ada orang lain yang menginginkan saya. Jika kapal ini tenggelam, saya akan ikut tenggelam.”, ungkapnya mengenang masa-masa di Leicester.
 
Ia juga menegaskan kecintaannya pada klub ini, "Leicester akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya.”

Keputusan Vardy tinggalkan Leicester City di akhir musim ini tentu menjadi pukulan emosional bagi fans.
 
Bagaimana tidak, striker 37 tahun itu bukan hanya top skor klub, tapi juga simbol loyalitas, semangat juang dan dedikasi.
 
 
Meski usianya tak muda lagi, Vardy masih aktif memberikan kontribusi di lapangan dan menjadi panutan bagi pemain muda.

Kepergian Jamie Vardy dari Leicester City di akhir musim juga membuka banyak pertanyaan tentang masa depannya, apakah ia akan pensiun, mencoba petualangan baru di luar negeri, atau bahkan memulai karier di dunia kepelatihan.
 
Yang pasti, warisan yang ditinggalkannya akan terus dikenang oleh publik sepak bola Inggris, terutama oleh fans Leicester yang telah menyaksikan transformasi luar biasa dari sang bomber tajam ini.

Satu hal yang jelas, Jamie Vardy bukan hanya sekadar pemain namun ia adalah legenda hidup Leicester City yang telah menulis sejarah dengan tinta emas.

Jamie Vardy juga mencetak sejarah unik sebagai satu-satunya pemain yang pernah tampil dari babak awal hingga final FA Cup, yang akhirnya ia menangkan bersama Leicester pada 2021.

Kontribusinya akan dikenang selamanya, dan penghormatan khusus akan digelar dalam laga kandang terakhir musim ini sebagai wujud terima kasih kepada sang legenda. ***