POJOKSATU.id - Harapan Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk mencuri poin di Parepare harus pupus di menit-menit krusial.
Satu momen lengah menjadi pembeda, saat PSM Makassar memaksimalkan peluang dan mengunci kemenangan 2-1 dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026, Senin (4/5).
Tim berjuluk The Guardian of Saburai sebenarnya punya kesempatan emas di menit-menit awal laga.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang itu menguap begitu saja.
Baca Juga: Man of The Match Dewa United vs Semen Padang, Pereira Tetap Rendah Hati
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, menyoroti hal tersebut sebagai titik krusial yang mengubah arah pertandingan.
“Kami mengawali laga dengan baik. Seharusnya bisa mencetak gol di awal, tapi tidak berhasil dimanfaatkan,” ujarnya setelah pertandingan.
Kegagalan memaksimalkan peluang itu menjadi awal dari tekanan yang kemudian datang dari tuan rumah.
Saat laga tampak akan berakhir imbang di babak pertama, PSM justru mencuri momentum.
Gol dari Dusan Lagator di masa tambahan waktu (45+1) membuat tuan rumah unggul lebih dulu.
Baca Juga: Pendapatan Bluebird Tumbuh 11 Persen, Tembus Rp1,45 Triliun di Kuartal I 2026
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Bhayangkara yang sebelumnya tampil cukup solid.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara tidak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui Henry Doumbia.
Gol tersebut sempat membangkitkan harapan untuk membawa pulang poin dari kandang lawan.
Namun, pertandingan kembali berubah ketika PSM menemukan celah di pertahanan Bhayangkara.
Momen Penentu yang Disesali
Gol kedua PSM yang dicetak Luka Cumic pada menit ke-72 menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir.
Munster mengaku sangat kecewa dengan proses terjadinya gol tersebut, yang menurutnya berasal dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi.
Baca Juga: Bukan Ditusuk, Pemilik Warung 24 Jam Kemayoran Sebut Oknum Anggota TNI Kena Gunting yang Dia Pegang
“Gol itu terjadi saat kami sedang menyerang. Kami tidak siap menghadapi situasi tersebut. Ini kesalahan yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Menurutnya, detail kecil seperti transisi permainan menjadi faktor penting yang tak boleh diabaikan di level kompetisi ini.
Fokus Bangkit
Meski hasil tidak sesuai harapan, Bhayangkara FC memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Fokus tim kini beralih ke pertandingan berikutnya.
Munster menekankan pentingnya evaluasi dan kerja keras di sesi latihan.
Baca Juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 Dibuka, Mahasiswa Berprestasi dan Peduli Lingkungan Wajib Coba!
“Kami harus bangkit. Perbaiki kesalahan kecil dan bersiap untuk laga selanjutnya,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh penjaga gawang Aqil Savik, yang menilai tim harus segera move on dari kekalahan ini.
“Kami kecewa, tapi harus menerima hasil ini. Sekarang fokus kami ke pertandingan berikutnya,” ujar Aqil.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa konsistensi masih menjadi tantangan bagi Bhayangkara FC.
Meski memiliki potensi besar, tim masih perlu memperbaiki detail permainan—terutama dalam situasi transisi dan penyelesaian akhir.
Jika mampu berbenah, peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar di sisa musim kompetisi.***

