Rafael Benitez Umumkan Gabung Klub China, Honornya Naik 3 Kali Lipat

Mantan manajer Newcastle United - Rafael Benitez
Mantan manajer Newcastle United - Rafael Benitez yang kini melatih klub Tiongkok, Dalian Pro.

POJOKSATU.id, NEWCASTLE – Mantan manajer Newcastle United, Rafael Benitez mengumumkan klub barunya, Selasa (2/7/2019). Eks pelatih Liverpool dan Real Madrid itu akan berkarir di China dan mendapat gaji fantastis.


Melalui akun twitternya, Benitez mengonfirmasi kedatangannya di klub Cina, Dalian Yifang. Pengumuman pelatih berkebangsaan Spanyol itu, hanya sepekan setelah Newcastle mengumumkan kepergiannya dari Tyneside.

Pelatih 59 tahun memposting gambar bertuliskan “Selamat Datang Rafa Benitez” di akun Twitter resminya pada Selasa pagi.


Cuitan itu disertai dengan pesan: “#DalianYifang #ChinaSuperleague #China #Dalian #NewChallenge #NewChapter.”

Postingan keduanya menambahkan: “Setelah menempuh perjalanan panjang …Kami memulai tantangan baru! Saya senang memulai proyek baru ini dengan Dalian Yifang.”

Tidak ada pesan yang menjelaskan jabatan Benitez di Dalian Yifang, namun pengumuman itu muncul hanya sehari setelah manajer Choi Kang-hee mengundurkan diri dari jabatan juru taktik Dalian.

Dikutip dari Telegraph, Benitez dikontrak Dalian Yifang dengan gaji 12 juta poundsterling atau sekitar Rp228 miliar per musim. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari honor yang diterima di Newcastle sebelumnya.

Benitez sendiri sebelumnya ingin bertahan di St James Park, tapi negosiasi perpanjangan kontrak menemui jalan buntu.

Benitez bersikeras bahwa itu adalah pilihannya dan klub ingin mempertahankannya, tetapi pada akhirnya, mereka berbeda ambisi. Pemilik Mike Ashley akhirnya melepas pelatih yang juga pernah menukangi Valencia, Chelsea dan Napoli itu.

Saat ia bersiap untuk pergi ke Cina, Benitez mengatakan kepada Times: “Saya ingin tetap, 100 persen. Saya ingin mengembangkan proyek untuk menjadi kompetitif, untuk bersaing di piala dan mungkin sedikit ke puncak liga, tetapi Anda harus memiliki alat.”

“Jika tidak, maka kamu menderita, karena kamu berada di bawah meja, setiap titik sangat besar dan kamu tahu bahwa kesalahan bisa berarti degradasi. Itu akan menjadi bencana bagi seluruh kota.”

“Seandainya petinggi klub memiliki ide yang sama (seperti saya), saya akan tetap ada di sana,” katanya.

(fat/pojoksatu)