POJOKSATU.id, TURIN - Pengadilan Banding Federal akan mengadakan persidangan mengenai skandal keuntungan modal Juventus pada hari Senin (22/5).

Media-media Italia ramai memberitakan pada Minggu (21/5), mengindikasikan bahwa Si Nyonya Tua akan kehilangan 12 poin Serie A.

Jumlah itu akan lebih rendah dari hukuman sebelumnya yang mencapai 15.

Bianconeri dituduh sengaja meningkatkan biaya transfer untuk meningkatkan keuntungan modal dan sekaligus menyeimbangkan keuangan, sehingga terlihat seolah-olah mereka memiliki aset yang lebih berharga.

Meskipun teknik laporan keuangan palsu ini hanya berhasil jika klub-klub lain sepakat dengan penilaian tersebut.

BACA JUGA: Bagai Bumi dan Langit, Lihat Perbandingan Skuad Man City vs Inter

Juventus adalah satu-satunya klub yang terkena dampak karena ini pada dasarnya adalah banding terhadap keputusan sebelumnya yang membebaskan beberapa tim pada April 2022, yang dibuka kembali karena adanya bukti baru dari penyelidikan sipil Prisma.

Juventus memenangkan banding terhadap hukuman 15 poin bulan lalu, tetapi kasus ini kembali dikirim ke Pengadilan Banding Federal FIGC (PSSI-nya Italia) untuk evaluasi baru.

Dasar-dasar kesalahan mereka tetap terkonfirmasi, sehingga Juventus akan menghadapi hukuman poin.

BACA JUGA: 14 Rekor Liga Inggris Kini Dipegang Pep Guardiola, Siapa Bisa Pecahkan?

Hanya saja jumlah hukumannya akan dikurangi karena beberapa anggota dewan direksi termasuk Pavel Nedved dinyatakan tidak bersalah.

Dalam beberapa minggu terakhir, diasumsikan bahwa hukuman tersebut akan berjumlah sembilan poin, yang awalnya diminta oleh jaksa FIGC, Giuseppe Chinè.

Namun, Corriere dello Sport mengatakan hari ini bahwa pengadilan cenderung menaikkan jumlah hukuman menjadi 12 poin lagi.

BACA JUGA : Indra Sjafri Akui Dapat Tawaran Latih Negara Lain, Usai Bawa Indonesia Raih Emas SEA Games 2023

Hal itu karena Juventus dianggap melakukan perilaku berulang dan sistematis sehingga layak mendapatkan hukuman yang lebih berat.

Jika itu terjadi, Juventus akan turun dari posisi mereka saat ini (peringkat kedua) dengan 69 poin menjadi 57 poin di peringkat kedelapan.

Editor: Jumaidil Halide