POJOKSATU.ID - Jose Mourinho mengeluhkan gaya permainan Juventus yang terlalu bertahan alias parkir bus saat menjamu AS Roma, Minggu dini hari WIB 31 Desember 2023.

Pada laga Juventus vs Roma di Allianz Stadium (Turin) itu, Si Nyonya Tua menang tipis 1-0 berkat gol Adrien Rabiot di awal babak kedua.

Usai pertandingan pelatih AS Roma, Jose Mourinho menyindir gaya permainan anak asuh Massimiliano Allegri yang bertahan total.

Baca Juga: AS Roma Keok di Markas Juventus, Jose Mourinho Sebut Anak Asuhnya Kalah karena Gol Beruntung

Akibatnya, sejumlah Roma kesulitan mencetak gol meski unggul penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Memang pada laga Juventus vs Roma ini, Giallorossi unggul ball possesion hingga 57 persen.

Bahkan di babak kedua mencapai 61 persen, karena Juventus lebih banyak bertahan di area permainan sendiri setelah unggul cepat setelah restart.

Baca Juga: Prediksi Skor Fulham vs Arsenal 31 Desember: The Gunners Bisa Menang Telak

Paulo Dybala yang bermain sejak awal banyak merepotkan mantan klubnya sepanjang pertandingan, tapi tidak bisa mencetak gol.

Upaya Bryan Cristante hanya mengenai mistar gawang di awal pertandingan, tetapi Adrien Rabiot mencetak gol kemenangan Juventus setelah menerima umpan tumit Dusan Vlahovic.

"Kami membicarakannya sebelum pertandingan dan kami menciptakan lebih banyak peluang daripada yang diharapkan oleh siapa pun melawan tembok pertahanan di Turin," kata Mourinho kepada DAZN dikutip Pojoksatu.id dari Football Italia, Minggu.

Baca Juga: 50 Pemain Termahal Musim Panas 2023, Trio Timnas Inggris Kuasai 5 Besar

Menurut Mourinho, timnya seharusnya sudah bisa unggul di babak pertama. Termasuk menyayangkan peluang dari Dybala dan Bove yang gagal berbuah gol.

"Sangat mengecewakan untuk masuk ke paruh pertama dengan skor 0-0, karena kami memiliki lebih banyak kualitas di babak pertama, menyentuh mistar gawang, dan menciptakan tiga atau empat situasi berbahaya.

"Posisi Dybala dan Bove menyebabkan banyak masalah strategis bagi mereka," tutur mantan pelatih Inter Milan, Real Madrid, Chelsea dan Manchester United itu.

Di tengah upaya Roma mencetak gol, mereka malah kebobolan yang bermula dari bola 'keberuntungan'.

Baca Juga: Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Indonesia Pertama Berlisensi FIFA, Dijuluki King Kobra Asia

"Kami gagal mencetak gol, kemudian kebobolan karena bola memantul yang sial, setelah restart. Sehingga dari situ semuanya menjadi lebih sulit."

"Juventus semakin dalam, pertahanan mereka benar-benar adalah tembok, sangat sulit ditembus," lanjut Mourinho.

Jose Mourinho memuji kinerja anak asuhnya. Kalaupun ada yang ia sesalkan karena gagal membawa pulang poin dari Turin.

"Saya sangat senang dengan cara kami membaca pertandingan secara strategis, sangat senang dengan karakter yang ditunjukkan oleh tim saya, tetapi ini tentang poin dan kami tidak mendapatkan hasil."

Baca Juga: Demo Ratusan Guru Honorer Protes Pengumuman PPPK 2023, Plt Bupati Langkat Tak Mau Mati Bola: Ayo, Kita ke Jakarta

Mourinho dikonfrontir dengan fakta bahwa Roma kesulitan saat bermain di luar kandang, terutama melawan klub-klub besar.

Sesuatu yang juga telah dia sebutkan dalam beberapa bulan terakhir ketika bermain tandang berbeda dengan suasana nyaman yang dirasakan di Stadio Olimpico.

"Tentu saja, kami adalah tim yang lebih kuat di kandang, tetapi saya tidak berpikir kami satu-satunya yang memiliki pendukung yang membuat perbedaan," aku pelatih yang menjuluki dirinya The Special One itu.

"Saya pikir orang harus berbicara tentang Roma dengan rasa hormat atas semua yang kami lakukan. Staf, pemain, pekerjaan yang kami lakukan dengan kesulitan adalah luar biasa," ujarnya.

Baca Juga: Jalan Provinsi Jembatan Merah- Simpang Gambir ‘Dihajar’ Truk Over Tonase, Sebabkan Rawan Longsor

Hasil Juventus vs Roma ini membuat Giallorossi menempati peringkat ke-7 klasemen sementara Serie A di akhir tahun 2023 dengan 28 poin.

Adapun Juventus (43) kini memangkas jarak dengan Inter Milan (45), hanya terpaut dua angka dari rival mereka dalam perburuan scudetto musim ini.***