Pendaftar Calon Ketum PSSI Masih Nihil

foto: dok/JPNN.com

150653_777099_logo_pssi_jpnnHingga kini ternyata belum satu pun bakal calon ketua umum PSSI yang mendaftarkan diri ke Komite Pemilihan untuk bersaing di Kongres Luar Biasa (KLB) yang sedianya digelar 19 April mendatang. Padahal, pendaftaran calon ketum PSSI sendiri  sudah dibuka sejak tanggal 7 Januari lalu.

“Saya perkirakan tiga atau dua hari menjelang penutupan baru kelihatan siapa-siapa yang mendaftar,” ujar Ketua Komite Pemilihan, Dhimam Abror Djuraid saat dihubungi, Jumat (16/1).

Saat ini, lanjut Dhimam Abror, semua bakal calon masih saling mengintai dan belum ada yang berani mendaftarkan diri.

“Intinya mereka masih malu-malu dan saling intai,” jelasnya.


Tapi dia yakin pada saatnya nanti bakal calon Ketua Umum PSSI itu pasti akan datang dan mendaftarkan dirinya. Apalagi semua aturan dan persyaratan tidak berubah, artinya panitia pemilihan tetap mengacu pada ketentuan dan aturan statuta FIFA serta sesuai dengan electoral code PSSI.

Abror menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada syarat baru yang mereka usung dalam proses penjaringan nanti. “Belum ada¬† perubahan, masih sama seperti syarat-syarat pada pemilihan ketua di periode sebelumnya,” timpal Abror.

Abror lantas menjelaskan bahwa sesuai dengan electoral code PSSI, mereka yang berhak mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai Ketua Umum adalah semua warga negara Indonesia dengan usia minimal 30 tahun.Tidak pernah menjadi atau sedang terkait masalah pidana dan pernah menjadi pengurus sepak bola yang berafiliasi langsung dengan PSSI.

“Pokoknya semua orang yang sudah terlibat di sepakbola selama lima tahun baik itu pelatih pengurus, Ketua klub atau Ketua Asprov. Mantan pemain boleh mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Ketum PSSI,” jelasnya.

Tentang deadline yang sudah ditetapkan oleh Komite Pemilihan hingga tanggal 20 Januari, Abror menegaskan bahwa itu tidak bisa di tawar lagi. “Waktu yang kami berikan untuk masa pendaftaran calon ketua umum PSSI cukup lama, hampir dua minggu.Saya rasa cukup dan tidak akan diperpanjang lagi,” ujar Abror.

“Kami pikir itu sudah waktu yang pas bagi mereka yang ingin mencalonkan dan dicalonkan sebagai ketua,” tambah pria yang juga Ketua Harian KONI Jatim itu.

Rencananya tanggal 21 Januari nanti Komite Pemilihan akan melakukan rapat pleno kedua kalinya. Komite pemilihan akan melakukan verifikasi data para calon dan akan mengumumkannya pada 19 Maret mendatang. Tapi, sebelumnya, jika ada calon yang merasa tidak puas dengan proses penjaringan, mereka bisa melayangkan banding yang dibuka selama Februari. (rmol/ps)