ISL Dihelat 5 Bulan, Finalis Langsung ke 16 Besar

053203_365236_bobotoh_HL

POJOKSATU-  Piala Indonesia (PI) akan kembali digulirkan pada 2015. PSSI dan PT Liga Indonesia (PT LI) sudah menentukan penjadwalan turnamen yang melibatkan partisipan dari Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, dan Liga Nusantara itu.

PT LI menjamin, PI tidak akan mengganggu jalannya liga di semua level. Sebab, jadwal pelaksanannya tidak akan bulat selama tujuh atau delapan bulan. Turnamen yang kali terakhir digelar dua tahun silam itu bakal efektif berlangsung selama lima bulan.

Berdasarkan data yang didapatkan Jawa Pos, turnamen PI sudah kickoff mulai 7 Maret 2015. Terbagi dalam enam putaran, turnamen ini akan berakhir pada 8 November mendatang.


Kalau hanya dihitung jumlah bulan, memang sampai sembilan bulan. Namun, itu masih dipotong break Lebaran yang memakan waktu hampir tiga bulan. (Selengkapnya lihat grafis)

Sehingga, praktis hanya lima bulan efektif untuk menggelar turnamen tersebut. “Penjadwalan di Piala Indonesia sudah kami atur sesuai dengan draft kompetisi reguler, baik ISL ataupun Divisi Utama. Saya rasa waktu lima bulan efektif sudah cukup untuk membantu klub-klub mengatur di sisi pengeluaran,” ujar Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko.

Kesinambungan jadwal dengan pengeluaran itu bisa dilihat dari format yang digunakan. Dari enam putaran, hanya satu yang bakal menguras banyak dana dengan memakai sistem setengah kompetisi atau home and away.

Sisanya menggunakan aturan single match. Soal tim mana yang berhak menjadi tuan rumah di fase single match itu, bakal ditentukan dalam drawing. Kapan drawing akan dilakukan bakal segera diumumkan.

Sekilas, di sisi format, PI mirip dengan FA Cup alias Piala FA. Sebab, jika pada pertemuan pertama belum memunculkan pemenang, akan digelar rematch alias partai ulangan di kandang tim yang di laga pertama menjadi tim tamu.

Darwis meminta klub tidak resah dengan jadwal yang semakin menumpuk. “Kalau sesuai rencana kami, tidak ada jadwal yang menumpuk atau terlalu dekat. Sisi recovery tetap kami kedepankan,” tuturnya.

Terkait dengan penempatan dua finalis ISL 2014, Persib Bandung dan Persipura Jayapura, yang baru akan bermain pada putaran keempat atau babak 16 Besar, Darwis menyebut langkah itu dilakukan supaya turnamen bisa lebih seru.

Jika ada klub yang komplain, ungkap Darwis, pihaknya siap menjelaskan. “Ini mungkin bisa menjadi motivasi bagi klub-klub, kalau mau seperti itu, ya harus ke final ISL dulu,” lanjutnya.

Dari sisi penjadwalan yang didominasi single match, diprediksi tidak akan berpengaruh dengan kantong klub ISL. Tapi, tidak dengan Divisi Utama yang pada musim 2014 ini menelurkan banyak catatan minor gara-gara kembang kempisnya kantong keuangan klub-klub peserta. Buktinya, saat masih di fase penyisihan, sudah banyak klub yang gugur atau mundur.

Itu juga yang dikhawatirkan pihak manajemen Persis Solo. Manajer Persis, Totok Supriyanto, dalam perbincangannya dengan Jawa Pos menyebut kalau turnamen PI akan semakin membebani klub.

“Walaupun hanya single match, tetap saja membebani. Kalau memang ada support dana lagi, mungkin tidak masalah,” ujarnya. (ren/ttg)