POJOKSATU.ID - Inter Milan menyambut laga melawan Liverpool dengan modal performa yang sangat stabil.
Kondisi mereka berbeda jauh dari Liverpool yang masih terjebak dalam tren negatif.
Laga matchday 6 fase liga UEFA Champions League di San Siro ini mempertemukan dua tim dengan arah performa yang kontras.
Inter Milan baru saja merespons kekalahan 1-2 dari Atlético Madrid dengan cara meyakinkan. Mereka mencetak sebelas gol dalam tiga pertandingan Serie A berikutnya.
Kemenangan besar atas Como menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri anak asuh Cristian Chivu.
Baca Juga: Sarat Drama, Beregu Putra dan Putri Indonesia Lolos ke Final SEA Games 2025
Perubahan positif tersebut menjadi sinyal kebangkitan La Beneamata setelah kekecewaan di kompetisi Eropa.
Lautaro Martínez juga berada dalam performa puncak. Ia mencetak banyak gol pada pertandingan kandang di UCL sepanjang tahun 2025.
Produktivitas tersebut membuat Inter semakin berbahaya di lini depan. Chivu mendapat banyak keuntungan dari stabilitas anak asuhnya.
Inter memulai laga ini sebagai salah satu tim empat besar pada klasemen fase liga UCL.
Baca Juga: Krisis Performa dan Konflik Internal, Misi Berat Liverpool di Markas Inter Milan
Mereka juga memiliki rekor kandang yang mengesankan. Inter tidak terkalahkan dalam delapan belas pertandingan kandang terakhir di UCL.
Catatan tersebut memperlihatkan betapa kuatnya Nerazzurri saat bermain di San Siro atau Giuseppe Meazza.
Selain itu Inter memiliki performa bagus melawan klub Inggris. Mereka memenangkan empat dari lima pertemuan terakhir di fase grup.
Dominasi tersebut memberi mereka keunggulan psikologis menjelang duel melawan Liverpool.
Di sisi lain Liverpool datang dengan kondisi yang jauh berbeda. Klub tersebut masih berjuang mengatasi masalah performa dan mental.
Hasil seri 3-3 melawan Leeds memperlihatkan banyak masalah dalam pertahanan mereka. Liverpool dua kali unggul sebelum kehilangan keunggulan pada momen krusial.
Masalah Liverpool tidak berhenti di lapangan. Setelah laga kontra Leeds, Mohamed Salah melontarkan kritik keras kepada klub dan pelatih Arne Slot.
Ia menuduh mereka tidak mendukungnya di tengah situasi sulit. Konflik tersebut menimbulkan ketegangan baru di ruang ganti Liverpool.
Baca Juga: Kota Bandung Cairkan BLT Kesra, 49552 KPM dari 31 Kecamatan Sudah Dapat Dana
Arne Slot menghadapi tekanan berat menjelang laga ini. Kekalahan telak 4-1 dari PSV pada laga sebelumnya semakin memperburuk situasi.
Liverpool kini berada dalam kondisi mental yang rapuh. Tim membutuhkan reaksi cepat untuk menghindari krisis yang lebih dalam.
Meski begitu Liverpool membawa satu modal penting dari catatan tandang mereka. Mereka memenangkan tujuh dari sembilan laga tandang terakhir di kompetisi Eropa.
Statistik tersebut membuat peluang mereka tetap terbuka. Namun performa tim masih jauh dari kata meyakinkan.
Duel Inter Milan vs Liverpool di Stadion Guiseppe Meazza dijadwalkan pada Rabu (10/12) mulai pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Agar Keluarga Siap Hadapi Bencana, Siapkan 16 Barang Wajib di Kotak Darurat
Inter dan Liverpool datang dengan tren yang sangat berbeda. Inter tampil stabil, produktif, dan kuat di kandang.
Liverpool sebaliknya tampil labil dan rentan kebobolan. Pertandingan ini kemungkinan besar akan berlangsung berat bagi Liverpool.
Laga ini akan menjadi tantangan besar bagi Liverpool yang sedang terpuruk. Inter akan berupaya memanfaatkan momentum positif mereka.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Inter untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas fase liga UCL. Prediksi skor, Nerazzuri menang 2-1 atas The Reds.***

