POJOKSATU.ID - Perusahaan investasi Oaktree Capital Management telah mengambil alih kepemilikan Inter Milan, Rabu 22 Mei 2024.

Inter Milan harus berganti pemilik dari Suning ke Oaktree Capital karena Suning gagal membayar pinjaman yang jatuh tempo pekan ini sebesar 395 juta euro.

Juara Liga Italia musim 2023/24 itu pun kini jadi milik pebisnis asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Putri KW Tantang Unggulan Keempat Malaysia Masters 2024, Simak Head to Head-nya

"Kami menyadari tanggung jawab kami terhadap komunitas, sejarah, dan warisan Inter Milan," kata Alejandro Cano, co-head Eropa untuk strategi Global Opportunities Oaktree, dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi waktu setempat.

"Kami berkomitmen untuk kesuksesan jangka panjang Nerazzurri dan percaya ambisi kami untuk klub ini bersatu dengan para penggemar yang bersemangat di Italia dan di seluruh dunia. Fokus awal kami adalah stabilitas operasional dan keuangan."

Cano mengatakan bahwa Oaktree memiliki "penghargaan besar" untuk tim manajemen saat ini di Inter dan akan terus bekerja dengan mereka untuk memandu klub tersebut.

Baca Juga: Anggota DPRD Sebut Pesta Miras Puluhan Pelajar Kejadian Luar Biasa Karena Baru Kali Ini Terjadi, Berencana Panggil KCD dan Para Kepala Sekolah

Oaktree Capital memiliki aset di bawah manajemen sebesar USD 192 miliar per 31 Maret.

Konglomerat Tiongkok, Suning yang dipimpin Steven Zhang membeli 70 persen saham Inter Milan (sekitar USD 400 juta) dari pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir (kini jadi Ketua PSSI) pada tahun 2016.

Suning mengambil pinjaman 275 juta euro dari Oaktree selama pandemi COVID-19 untuk menguatkan keuangan klub.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran Mendatang Sastra Masuk Kurikulum, Bapak Ibu Guru Harus Baca dan Masuk Akses Ini, Orangtua Diajak Berperan

Pada tahun 2022, Inter mempekerjakan Raine Group dan Goldman Sachs untuk menjelajahi penjualan klub.

Dalam hal ini Suning mematok harga USD 1,2 miliar, menyamai nominal yang dibayar RedBird Capital untuk AC Milan pada tahun 2022.

Pimco telah muncul sebagai penyelamat yang mungkin bagi Suning untuk refinansiasi hutang sebelum batas waktu, tetapi mereka tidak dapat mencapai kesepakatan.

Pada hari Sabtu, Presiden Inter Milan Steven Zhang, putra berusia 32 tahun dari pendiri Suning Zhang Jindong, memposting surat kepada penggemar di situs web tim yang mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oaktree tidak berhasil.

Total hutang untuk Inter akhirnya mencapai sekitar USD 900 juta, dan calon investor tersingkir oleh hutang yang tinggi.

Baca Juga: Hasto Akui PDIP Miliki Kesamaan Emotional Bonding dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Kerugian operasional yang terus berlanjut, dan ketidakpastian stadion; kandang bersejarah klub -Stadion Giusepe Meazza (San Siro)- membutuhkan renovasi besar-besaran atau bangunan baru.

San Siro adalah satdion milik pemerintah Kota Milan, Inter berbagi stadion dengan AC Milan, yang sudah jelas ingin membangun tempat baru untuk dirinya sendiri.

Inter Milan sendiri baru saja meraih scudetto ke-20 sepanjang sejarah klub lewat penampilan luar biasa sepanjang musim 2023/24 ini.

Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Nerazzurri juga mencapai final Liga Champions tahun lalu, tetapi kerugian terus bertambah.

Klub yanhg juga berjuluk La Beneamata itu kehilangan total USD 138 juta setelah perdagangan pemain selama musim 2021/22 dan 2022/23.

Inter Milan adalah klub Serie A ketujuh yang sekarang dimiliki oleh orang Amerika.***