POJOKSATU.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan terkait laga kandang Timnas Indonesia melawan Bahrain di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Maret 2025 mendatang.
Erick menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang aman untuk menjadi tuan rumah pertandingan internasional.
Sikap ini merespons keberatan dari pihak Timnas Bahrain, yang sebelumnya menilai bahwa Indonesia belum layak dianggap aman untuk mereka bertanding.
Erick menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan FIFA dan AFC untuk memastikan kesiapan Indonesia, terutama dari segi keamanan.
Ia menegaskan bahwa keamanan selama laga melawan Jepang dan Arab Saudi di bulan November 2024 lalu sudah membuktikan kualitas Indonesia sebagai tuan rumah yang aman.
"Di Maret akan bertanding tanggal 20 lawan Australia [di markas Australia] dan tanggal 25 lawan Bahrain [di Jakarta]. Saya minta FIFA dan AFC untuk melihat [bahwa] negara kita aman," ujar Erick Thohir saat ditemui di Bali, Kamis (21/11/2024).
Erick juga memberikan apresiasi kepada suporter Indonesia yang disebutnya memiliki sikap menghargai bangsa lain.
"Negara kita bukan negara terbelakang, bagaimana kemarin pertandingan melawan Arab Saudi dan Jepang, suporter mereka aman. Karena suporter Indonesia ini suporter hebat yang menghargai bangsa lain," lanjutnya.
Selain itu, Erick menyoroti upaya peningkatan sistem keamanan di stadion melalui penerapan Garuda ID dan teknologi pendukung lainnya. Sistem ini diwajibkan bagi penonton dan dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah (face recognition).
"Tentu FIFA dan AFC melihat, saya dengan segala kerendahan hati, memohon FIFA dan AFC melihat fakta bukan melihat sisi lain. Apalagi, sistem tiket sudah kami tingkatkan, sekarang ada Garuda ID," ujar Erick.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya untuk memastikan keamanan pertandingan tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para penonton.
"Ada juga face recognition, bahkan kemarin ada yang mencuri handphone, ketahuan. Ada yang merokok, ketahuan. Jadi, kita coba menjaga. Kita melakukan ini untuk keselamatan dan kenyamanan," jelasnya.
Langkah Erick Thohir ini diharapkan dapat menghilangkan keraguan pihak Bahrain yang sebelumnya tak mau bertanding di Indonesia, sekaligus mengukuhkan reputasi Indonesia sebagai tuan rumah yang layak di ajang internasional.***

