POJOKSATU.ID - Manchester United dipastikan mengenakan seragam yang sedikit berbeda saat menghadapi Tottenham Hotspur pada final Liga Europa.

Final UEFA Europa League antara Man United vs Tottenham akan dihelat di Stadion San Memes, Bilbao, Spanyol, pada Rabu (22/5) malam waktu setempat, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Duel MU vs Spurs ini bukan hanya jadi laga perebutan juara Liga Europa tapi juga memperebutkan satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Baca Juga: Inilah Skuat Manchester United untuk Final Liga Europa Lawan Tottenham, 3 Pemain Kunci Absen

Pada laga Kamis dini hari nanti, Manchester United akan turun dengan kombinasi kostum berbeda: kaus merah, celana pendek hitam, dan kaus kaki hitam. Biasanya, Setan Merah tampil dengan celana putih.

Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan tradisi Tottenham di kompetisi Eropa, yang secara konsisten menggunakan seragam serba putih sejak tahun 1961.

Tradisi tersebut dimulai oleh manajer legendaris Bill Nicholson demi meningkatkan visibilitas pemain saat bertanding di stadion dengan pencahayaan minim.

Baca Juga: TPG Triwulan 2 2025 dan Tambahan 100 Persen Cair Sebelum Idul Adha? Simak Penjelasan Terbaru

Sebagai tim ‘tuan rumah’ dalam laga final ini, Tottenham memiliki hak prioritas dalam pemilihan kostum.

Kebijakan tersebut membuat United harus menyesuaikan warna celana agar tidak terjadi tabrakan warna di lapangan.

“Seragam serba putih itu awalnya hanya muncul begitu saja di ruang ganti sebelum laga melawan Gornik (Polandia),” kenang Cliff Jones, mantan winger Spurs.

Baca Juga: Juni 2025 Jadi Waktu Resmi Pencairan Tunjangan Guru Triwulan Kedua

“Tidak ada yang menjelaskan. Kami langsung memakainya dan fokus ke pertandingan.”

Ricky George, mantan pemain muda Spurs, menyebut langkah itu sebagai bentuk pencarian keunggulan kecil dari Bill Nicholson.

“Malam-malam di White Hart Lane di bawah sorotan lampu terasa sangat spesial. Kami senang bermain dengan seragam serba putih,” katanya.

Sebelumnya musim ini, Man United juga sempat mengenakan celana pendek hitam saat bertandang ke markas Real Sociedad di ajang Liga Europa.

Laga tersebut berakhir imbang 1-1. Namun pada leg kedua di Old Trafford, mereka kembali ke kombinasi klasik dan menang telak 4-1 berkat trigol Bruno Fernandes.

Terlepas dari warna kostum, Manchester United mengusung misi penting: mengangkat trofi dan memastikan tempat di Liga Champions musim depan.

Baca Juga: Menjelang Iduladha: Menguak Pusat Populasi Hewan Kurban Terbesar di Indonesia, Pulau Jawa Mendominasi!

Misi ini jadi tekanan tersendiri bagi manajer Ruben Amorim yang ingin menjadikan final Eropa kesembilan bagi Setan Merah ini sebagai titik balik dari masa kepelatihannya yang belum meyakinkan di Old Trafford.

Amorim bisa mencatatkan diri sebagai pelatih ketiga Manchester United yang meraih trofi besar di musim debutnya.

Jika sukses, Man United akan menjadi tim keempat dalam sejarah yang menjuarai Liga Europa tanpa mengalami kekalahan sepanjang musim (9 menang, 5 imbang).

Setan Merah juga mencatatkan 35 gol di Liga Europa musim ini -jumlah yang hanya kalah dari tiga tim sepanjang sejarah kompetisi.

Jika mereka mampu mencetak tiga gol di final, Man United akan memecahkan rekor sebagai tim dengan gol terbanyak dalam satu musim UEL.

Baca Juga: Viral! Celeste Anastasya Diduga Aspri Hotman Paris Dikawal Patwal Gegara Telat Nail Art

Kemenangan akan menjadi gelar kedua MU di kompetisi ini dalam delapan tahun terakhir.

Namun, Setan Merah harus menghapus mimpi buruk mereka saat bertemu Spurs: tanpa kemenangan dalam enam pertemuan terakhir (2 imbang, 4 kalah) -terpanjang sepanjang sejarah mereka kontra Tottenham.

Jika kalah lagi, ini akan menjadi kali pertama sejak musim 1985/86 mereka kalah empat kali dari tim yang sama dalam satu musim.***