POJOKSATU.id, JAKARTA - Hukuman Arema FC berupa larangan melakoni laga kandang di Malang akibat tragedi Stadion Kanjuruhan, sudah berakhir. Meski demikian, tim berjuluk Singo Edan itu masih harus jadi tim musafir.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menyebut hukuman Arema FC telah berakhir.

Sehingga Singo Edan seharusnya sudah bisa kembali bermarkas di Malang.

"Sudah habis. Hukumannya sudah selesai," kata Ferry Paulud di Jakarta, Jumat 7 Juli 2023.

Seperti diketahui, Arema FC dijatuhi hukuman oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

Di mana terjadi kericuhan pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 musim 2022/23 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BACA JUGA: Hattrick Gustavo Buat Laga Arema vs Persib Berakhir Imbang, PSS vs Persis Juga Seri

Suporter dan pihak keamanan bentrok di lapangan dan tribun stadion. Sementara ribuan suporter juga berdesakan di pintu keluar stadion.

Kericuhan itu mengakibatkan 135 orang meregang nyawa dan sedikitnya 600 suporter luka-luka.

Akibat kejadian tersebut, Komisi Disiplin PSSI kemudian menjatuhkan tiga hukuman kepada Arema FC.

Antara lain larangan menggunakan homebase di area Malang. Singo Edan harus menjalani laga kandang dengan jarak lebih dari 250 km dari markas mereka.

Selain itu ada larangan penonton hadir di stadion, dan denda Rp 250 juta.

Hukuman juga dijatuhkan kepada Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan Arema FC, Abdul Harris, dan Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno.

BACA JUGA: Banyak Aduan Kasus Kecurangan PPDB, Atang Minta Sistem Zonasi Dirombak

Keduanya dilarang beraktivitas dalam lingkungan sepak bola seumur hidup.

Pada awal Liga 1 musim 2023/34 ini, Arema FC terpaksa menjadi tim musafir dengan bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Namun, dalam beberapa bulan ke depan, mereka dipastikan bisa kembali ke rumah sebenarnya.

Menurut Ferry Paulus, Arema FC belum bisa bermarkas di Malang untuk saat ini karena menunggu perampungan renovasi Stadion Gajayana yang masih butuh waktu 3-4 bulan.

Adapun Stadion Kanjuruhan masih dalam tahap rencana renovasi yang belakangan menuai penolakan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Pemerintah pusat sebenarnya telah mengalokasikan anggaran perbaikan stadion milik Pemkab Malang tersebut lewat dana APBN sebesar Rp1 triliun.

BACA JUGA: Perbaikan Stadion Patriot Candrabhaga Terakhir Tahun 2021

Menurut Bupati Malang, Muhammad Sanusi, rencana proses renovasi Stadion Kanjuruhan Malang saat ini memasuki tahapan penyusunan Detail Enginering Design (DED).

Penyusunan DED ini menelan anggaran Rp8,6 miliar dan diharapkan rampung tahun ini. Setelah itu baru masuk lelang fisik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menuturkan, tahapan renovasi stadion yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kedungpedaringan, Kepanjen ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat.

Pemkab Malang hanya diminta pertimbangan dan laporan melalui balai di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Arema FC sendiri mengawali Liga 1 musim 2023/24 dengan kurang meyakinkan.

Laga perdana kalah 0-1 dari Dewa United, lalu bermain imbang 3-3 kontra Persib Bandung.

Editor: Jumaidil Halide