POJOKSATU.id, KETUA Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir angkat suara terkait kehebohan dugaan kecurangan yang mewarnai drawing atau undian peserta Liga 4.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir dalam pernyataan resmi di laman PSSI, Jumat malam, 11 April 2025. Disebutkannya, PSSI menyoroti pelaksanaan drawing kompetisi Liga 4 yang dinilai berlangsung secara tidak profesional dan tidak transparan itu.

Erick Thohir mengaku kecewa atas kejadian tersebut dan menekankan pentingnya integritas dalam setiap pelaksanaan kompetisi di semua level.

Baca Juga: Pria di Surabaya Tewas di Gigit Anjing Peliharaan, Polisi Temukan Luka Mengenaskan di Kepala Hingga Lengan

Dia menilai kejadian ini menciderai semangat fair play serta merusak kepercayaan terhadap sistem kompetisi sepak bola nasional.

“Kami menyesalkan pelaksanaan drawing Liga 4 yang berlangsung secara tidak profesional dan tidak transparan," ujarnya.

Dia mengingatkan, untuk jangan pernah 'main-main' dengan kompetisi Liga. "Demi menjunjung fair play dan integritas kompetisi, kami mendesak agar dilakukan drawing ulang dengan prosedur yang jelas, adil, dan melibatkan semua pihak terkait,” tegasnya.

Baca Juga: RESMI DIBUKA Pendaftaran PTDI STTD Hingga 21 April, Cek PROGRAM STUDI, Persyaratan dan Dokumen, Lulus Sekolah Kedinasan MASA DEPAN CERAH, Bro!

PSSI mengingatkan bahwa setiap jenjang kompetisi, termasuk Liga 4, merupakan bagian penting dari ekosistem sepak bola Indonesia yang sedang dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Proses dan tata kelola kompetisi harus dijaga dengan penuh tanggung jawab agar cita-cita menuju sepak bola Indonesia yang profesional dan berprestasi bisa tercapai.

PSSI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyelenggara drawing Liga 4 dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca Juga: Kemendikbudristek Luncurkan Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2025.c, Dukung Program Prioritas Pemerintah

Seperti diketahui, dari video drawing Liga 4, seorang pengurus PSSI yang diduga juga menjabat sebagai Ketua Asprov di salah satu provinsi, melakukan undian.

Namun, saat mengambil satu bola undian, dia meletakkannya di sebelah kanannya di depan, namun ketika hendak menunjukkan ke kamera, tangannya bergeser dengan mengambil kertas di sebelah kiri.

"Masih dari tim juara, juara dari provinsi Banten ada di grup B II, ujarnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Rudapaksa Dokter Residen FK Unpad di RSHS Bandung, Kemendikti Saintek Imbau Seluruh Kampus Punya Satgas PPKS

Netizen menduga, kertas peserta yang diambil sejatinya berbeda dengan yang dibacakan. Hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi terkait dugaan kecurangan tersebut. ***