POJOKSATU.id — Pemain muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, harus menerima kenyataan pahit setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepadanya.

Ia dilarang bermain dalam tiga pertandingan dan dijatuhi denda sebesar Rp75 juta. Hukuman ini diberikan akibat selebrasi yang ia lakukan saat menghadapi Persija Jakarta, yang dinilai melanggar Kode Etik PSSI.

Keputusan ini menimbulkan reaksi keras dari Bobotoh yang merasa PSSI tidak berlaku adil terhadap Persib Bandung.

Beckham Putra diketahui melakukan selebrasi dengan menyilangkan tangan di dada, memperagakan gestur " ice cold " alias kedinginan setelah memberikan asis bagi gol penyeimbang David Da Silva yang membuat skor menjadi 2-2.

Baca Juga: TIDAK MENGEJUTKAN Indra Sjafri Dipecat PSSI, Bukan Kontrak Panjang, LANGSUNG MOVE ON, Pelatih Baru Dicari, Nova Arianto atau Pelatih Asal Belanda Nih

Selebrasi tersebut terjadi dalam laga El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, pada Minggu (16/2/2025).

Namun, Komdis PSSI menganggap gestur tersebut sebagai aksi lebay alias berlebihan dan memprovokasi penonton hingga memicu lemparan botol dari tribun.

Keputusan Mendadak PSSI

Keputusan sanksi ini disampaikan kepada Beckham pada malam sebelum laga Persib kontra Madura United di Stadion GBLA, Kota Bandung, Sabtu (22/2/2025).

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengungkapkan rasa kecewa dan frustrasinya atas keputusan mendadak ini.

Baca Juga: BODY SUDAH KEKAR, Bersiap LAGA PEMBUKA, Timnas Indonesia U17 vs Korea Selatan Pukul 18.00 WIB, JADWAL LENGKAP Piala Asia U17 2025 Cek DI SINI

"Lima hari kami melakukan segala persiapan dengan Beckham, dan semalam sebelum laga Komite Disiplin PSSI mengirimkan kabar bahwa Beckham terkena larangan bermain, ini sulit dipercaya," ujar Bojan seusai pertandingan melawan Madura United.

Bojan menilai keputusan ini sebagai tindakan yang tidak profesional, sebab sudah sepekan penuh timnya mempersiapkan Beckham untuk laga tersebut.

Ia bahkan membandingkan dengan sepak bola Eropa, di mana selebrasi serupa tidak berujung pada hukuman berat seperti yang dialami Beckham.

"Saya rasa jika di sepak bola Eropa, ada banyak pemain yang jika mencetak gol melakukan ini (selebrasi ice cold). Tapi sekarang di sini, itu membuahkan sanksi. Untuk ini mereka harus memberi penjelasan, jangan tanyakan pada saya karena saya tidak tahu kenapa," tegasnya.

Baca Juga: KABAR TERBARU Emil Audero, Kiper Como 1907 Makin Santer Proses NATURALISASI Jelang Indonesia Lawan Australia dan Bahrain, TERDEPAN Mengisi POS KIPER

Picu Kemarahan Bobotoh

Keputusan Komdis PSSI ini juga memicu kemarahan Bobotoh, yang langsung membanjiri akun Instagram resmi PSSI dengan berbagai protes.

Mereka menilai PSSI berusaha menghambat langkah Persib dalam perebutan gelar juara Liga 1 2024/2025.

Bobotoh juga mempertanyakan perbedaan sikap PSSI terhadap insiden lain di laga tersebut, seperti aksi sikutan striker Persija, Marko Simic, yang tidak mendapatkan hukuman serupa.

Menurut mereka, PSSI cenderung bersikap lunak terhadap Persija Jakarta.

Dalam surat keputusan yang diterbitkan, Komdis PSSI menegaskan bahwa selebrasi Beckham Putra melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Baca Juga: HEBOH JADI KEKAR, Timnas U-17 Pamerkan PERUBAHAN FISIK, Tengah Jalani Pemusatan Latihan, Bersiap Laga Piala Asia U17 2025 di Arab Saudi MULAI 3 APRIL

"Pemain Tim Persib Bandung Sdr. Beckham Putra Nugraha melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Karena melakukan selebrasi yang berlebihan sehingga memancing reaksi dari penonton dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," demikian kutipan surat dari Komdis PSSI.

Bojan Minta Klarifikasi PSSI

Kasus ini juga mengingatkan Bojan terhadap kejadian serupa pada musim lalu, ketika dua pemain asing Persib, Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez, mendapat sanksi mendadak dari PSSI.

Kala itu, ia sempat mengajukan protes dan PSSI mengakui kesalahan mereka. Namun, kejadian serupa kembali terulang musim ini.

Baca Juga: SAATNYA MATA Tertuju ke Timnas U-23 Indonesia, Garuda Muda SIAP TEMPUR, Besutan Gerald Vanenburg Dianggap LEBIH GARANG, Begini Perkiraannya

"Tahun lalu, mereka melakukan hal yang sama terhadap Nick dan Alberto. Saya mengeluhkan ini dan setelah itu mereka memanggil saya. Mereka berkata, 'oke ini kesalahan kami dan kami tidak akan melakukan ini lagi'. Tapi tadi mereka melakukannya lagi," ungkap Bojan.

Saat ditanya apakah ini merupakan upaya untuk melemahkan Persib, Bojan memilih untuk tidak berkomentar secara langsung, namun ia berharap PSSI memberikan klarifikasi yang jelas terkait keputusan tersebut. ***