POJOKSATU.ID - Final Liga Champions UEFA 2024/25 akan menjadi ajang pembuktian dua kiper terbaik Eropa musim ini: Yann Sommer (36 tahun/Inter Milan) dan Gianluigi Donnarumma (26 tahun/Paris Saint Germain).

Statistik membuktikan bahwa kedua penjaga gawang ini telah memainkan peran penting dalam membawa tim mereka menuju laga puncak kompetisi paling elite di Eropa.

Seperti diketahui, final Liga Champions musim ini akan dihelat di Allianz Arena, Munich pada 31 Mei atau Minggu dini hari WIB 1 Juni 2025.

Baca Juga: PSG vs Inter Milan di Final Liga Champions, Tak Banyak yang Menyangka

Ini adalah kali kelima kota Munich menjadi tuan rumah final Liga Champions.

Tiga final pertama (1979, 1993, dan 1997) digelar di Olympiastadion.

Allianz Arena sendiri pernah menjadi saksi kemenangan Chelsea atas Bayern Munich lewat adu penalti pada 2012.

Baca Juga: Unggah Meme Prabowo-Jokowi Berciuman, Mahasiswi Seni Rupa ITB Ditangkap Polisi

Band rock asal Amerika, Linkin Park, akan tampil dalam acara pra-pertandingan atau sebelum kick off PSG vs Inter Milan.

Hadiah Liga Champions

Real Madrid meraih hampir 139 juta euro (sekitar Rp2,5 triliun) musim lalu saat menjuarai Liga Champions. Musim ini, jumlah hadiah meningkat seiring format baru.

Baca Juga: Verrell Bramasta Kritik Siswa SMA yang Dibawa ke Barak Militer, Pendidikan Tak Bisa Dipaksakan Satu Model

Total hadiah lebih dari 2 miliar euro naik 25 persen dibandingkan musim sebelumnya.

Itu karena jumlah tim bertambah dari 32 menjadi 36 dan jumlah pertandingan awal naik dari enam menjadi delapan.

PSG atau Inter Milan diperkirakan bisa meraih minimal 150 juta euro jika keluar sebagai juara.

Angka ini bisa meningkat lewat partisipasi keduanya di Piala Dunia Antarklub 32 tim di Amerika Serikat pada Juni-Juli, dengan potensi hadiah lebih dari USD 100 juta.

Rekor Pertemuan

PSG dan Inter belum pernah bertemu di Liga Champions. Ini menjadi duel segar antara dua klub besar Eropa.

Baca Juga: Info Terbaru Guru dan PPG: TPG Triwulan 2 Cair Lebih Awal dan Tambahan THR 2025

Perjalanan Menuju Final

PSG menjadi tim Prancis ketiga yang dua kali mencapai final Liga Champions setelah Reims dan Marseille. Final sebelumnya terjadi pada 2020 saat kalah dari Bayern.

Perjalanan PSG kali ini cukup berat. Harus melalui babak play off dengan menyingkirkan Brest untuk lolos ke babak 16 besar.

Lalu membungkam tiga klub Liga Inggris dalam perjalannya ke final. Antara lain Liverpool (16 besar), Aston Villa (perempat final) , dan Arsenal (semifinal).

Sebelumnya, mereka juga menang penting atas Manchester City di fase liga meski sempat terseok dengan hanya satu kemenangan dari lima laga awal.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Mulai Cair, Gaji ke-13 dan Tambahan THR Menyusul

Sementara Inter Milan sudah pernah juara Liga Champions pada 1964, 1965, dan 2010.

Tim asuhan Simone Inzaghi lolos langsung ke 16 besar usai finis keempat di fase liga, hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga.

Di fase gugur, Inter menyingkirkan Feyenoord, Bayern Munich, dan Barcelona dalam dua laga semifinal yang dramatis.

Dipastikan laga final Liga Champions antara Paris Saint Germain vs Inter Milan bakal berlangsung sengit.

Adu Tangguh Donnarumma vs Sommer

Ada yang cukup menarik perhatian dan patut ditunggu pada laga final nanti. Yakni adu tangguh kiper kedua tim.

Donnarumma seolah menemukan kembali performa terbaiknya musim ini dengan menjadi kunci di balik sukses PSG menembus partai puncak.

Begitu juga dengan Sommer. Kiper asal Swiss ini benar-benar jadi tembok tangguh di barisan terakhir pertahanan Nerazzurri.

Baca Juga: Kesehatan Bermasalah, YG Entertainment Umumkan Rami BABYMONSTER Hiatus dari Aktivitas Grup

Katangguhannya di bawah mistar gawang Inter Milan membuat bomber maut seperti Harry Kane hingga wonderkid Lamine Yamal tak berkutik.

Lalu siapa yang lebih tangguh di final UCL nanti? Donnarumma atau Sommer?

Statistik Penampilan Sommer vs Donnarumma di Liga Champions 2024/25

Jumlah Pertandingan:

  • Yann Sommer: 13 laga
  • Gianluigi Donnarumma: 14 laga

Kiper asal Swiss, Sommer, sedikit tertinggal dalam jumlah pertandingan karena Inter tidak bermain di babak play-off (lolos langsung ke 16 besar).

Namun, dalam hal efektivitas, Sommer menunjukkan performa lebih solid sepanjang musim ini.

Baca Juga: TERBARU. 7 Kampus UIN ini Buka Jalur Mandiri 2025 dengan Nilai UTBK SNBT dan UM-PTKIN. Simak Informasinya!

Clean Sheets:

  • Sommer: 7 clean sheet
  • Donnarumma: 5 clean sheet

Dengan 7 pertandingan tanpa kebobolan, Sommer tampil lebih konsisten dalam menjaga gawangnya tetap steril dari ancaman lawan.

Jumlah Penyelamatan:

  • Sommer: 48 saves
  • Donnarumma: 34 saves

Dari sisi penyelamatan, Sommer juga unggul dengan 48 penyelamatan berbanding 34 milik Donnarumma.

Ini menunjukkan betapa vitalnya peran Sommer dalam sistem pertahanan Inter Milan.

Baca Juga: Operasi Berantas Premanisme Dimulai di Jakarta Hari Ini, Kapolda Metro: Tindak Tegas Tanpa Toleransi

Persentase Penyelamatan:

  • Sommer: 81%
  • Donnarumma: 70%

Efektivitas Sommer terlihat dari catatan persentase penyelamatannya yang mencapai 81%, jauh lebih tinggi dibanding Donnarumma yang hanya mencatatkan 70%.

Rating Rata-Rata:

  • Sommer: 7.61
  • Donnarumma: 7.18

Dalam penilaian performa keseluruhan, Sommer sekali lagi mengungguli Donnarumma dengan rata-rata rating 7.61, mengindikasikan kontribusi menyeluruh yang tinggi di setiap laga.

Daya Tarik Final Liga Champions

Pertemuan Inter Milan dan PSG di final nanti bukan hanya soal strategi pelatih atau kualitas penyerang.

Baca Juga: DILAKUKAN TERTUTUP, Jokowi Serahkan Ijazah Asli ke Bareskrim, Klarifikasi Laporan Dugaan Ijazah Palsu

Duel kiper antara Sommer dan Donnarumma bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Sommer dengan ketenangan dan keahliannya membaca arah bola, sementara Donnarumma mengandalkan refleks luar biasa dan fisik yang menjulang tinggi.

Siapa yang akan tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang? Apakah pengalaman Sommer akan mengalahkan potensi besar Donnarumma? Semua akan terjawab di Final Liga Champions yang penuh gengsi ini.***