POJOKSATU.id – FIFA resmi melarang penggunaan vuvuzela di seluruh stadion yang menjadi lokasi Piala Dunia 2026.
Terompet plastik khas Afrika Selatan yang sempat menjadi simbol Piala Dunia 2010 itu kini masuk dalam daftar barang terlarang selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan tersebut menjadi kabar kurang menyenangkan bagi banyak suporter Afrika, jelang turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 17 Juli 2026 itu.
Pasalnya, selama ini supporter Afrika menjadikan vuvuzela sebagai bagian dari tradisi saat mendukung tim kesayangan mereka di stadion.
Baca Juga: Total Vonis 3 Anggota TNI Kasus Pembunuhan Kacab BRI Cuma 21 Tahun, Keluarga Korban Kecewa
Simbol Piala Dunia Afrika
Nama vuvuzela mulai dikenal dunia saat Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.
Suara dengung khas yang dihasilkan alat musik sederhana itu terdengar hampir di setiap pertandingan dan menjadi identitas tersendiri bagi turnamen tersebut.
Bagi banyak pendukung sepak bola di Afrika, vuvuzela bukan sekadar alat untuk membuat keramaian.
Instrumen itu dianggap sebagai simbol budaya, semangat kebersamaan, dan ekspresi dukungan terhadap tim yang bertanding.
Baca Juga: UIN Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Aset, Siap Bertransformasi Menuju PTNBH
Namun, tidak semua pihak menyukai keberadaannya.
Sejumlah pemain, pelatih, hingga stasiun televisi saat itu mengeluhkan suara vuvuzela yang dianggap terlalu dominan dan mengganggu komunikasi di lapangan maupun siaran pertandingan.
"Suara vuvuzela membuat komunikasi menjadi sangat sulit selama pertandingan berlangsung," keluh sejumlah pelatih dan pemain selama Piala Dunia 2010.
Suporter Afrika Kecewa dengan Keputusan FIFA
Meski sempat menuai kontroversi, vuvuzela tetap bertahan sebagai bagian dari budaya suporter sepak bola di berbagai turnamen internasional, khususnya di benua Afrika.
Karena itu, keputusan FIFA kali ini dinilai sebagai pukulan bagi para pendukung yang ingin membawa tradisi tersebut ke Piala Dunia 2026.
Banyak suporter Afrika diketahui telah merencanakan perjalanan ke Amerika Utara sambil membawa vuvuzela sebagai simbol identitas mereka di tribun stadion.
Larangan tersebut membuat salah satu ikon paling dikenal dalam sejarah Piala Dunia tidak lagi hadir di ajang sepak bola terbesar dunia.
Hingga saat ini, FIFA belum menjelaskan secara rinci mekanisme pengawasan dan penegakan aturan tersebut di pintu masuk stadion.
Namun, badan sepak bola dunia itu memastikan vuvuzela termasuk dalam kategori barang yang tidak diperbolehkan masuk ke venue pertandingan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.***

