Dider Deschamps: Kami Menderita Bersama

Pemain Prancis tertunduk lesu setelah dikalahkan POrtugal di final Euro 2016. foto: @UEFAEURO

POJOKSATU.id, PRANCIS – Kekalahan Prancis atas Portugal dalam laga final Euro 2016 di stadion Stade de farnc dini hari, diyakini pelatih Prancis Didier Deschamps bakal sulit untuk diterima oleh semua pihak.

Adalah Eder yang mengubur mimpi Prancis mengangkat trofi juara Euro 2016 di depan publik sendiri melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dihadap Hugo Lloris pada menit ke-109 babak ekstra time.

Sejatinya, peluang Prancis memenangi laga itu cukup besar. Pasalnya, megabintang Portugal Cristiano Ronaldo harus ditarik keluar di menit ke-25 setelah sebelumnya berbenturan dengan Dimitri Payet yang akhirnya diganti Ricardo Quaresma.

BACA JUGA: Pepe: Kami bisa Juara Tanpa Ronaldo!


Portugal, yang kehilangan sang kapten pun akhirnya hanya bisa tampil bertahan. Sedangkan Prancis terus melancarkan serangannya. Bahkan, Andre-Pierre Gignac nyaris mencetak gol penentu kemenangan lewat sepakan di dalam kotak penalti di penghujung babak kedua. Sialnya, bola hanya menerpa mistar gawang!

BACA JUGA: Ini Video Gol Eder Penentu Portugal Juara Euro 2016

“Tidak ada kata-kata, kekecewaan yang sangat besar. Ini akan memakan waktu untuk mencernanya,” ujar Deschamps kepada M6 dan beIN Sports.

BACA JUGA: Ini Video Detik-detik Cristiano Ronaldo Menangis dan Ditarik Keluar

Deschamps menyebut, peluang Prancis untuk menggetarkan gawang Portugal sebenanrya cukup banyak. Tapi, lagi-lagi, peluang emas itu tidak dapat mengubah papan skor.

“Sayangnya mereka yang mencetak gol. Kami melewatkan peluang besar, peluang besar untuk menjadi juara Eropa,” lanjutnya.

BACA JUGA: Eder: Ronaldo Yakin Saya Buat Gol

Meski begitu, kekalahan ini akan menjadi rasa sakit yang akan ditanggung bersama dalam waktu yang cukup lama.

“Kami menang, menderita dan kalah bersama,” pungkasnya.

(ruh/pojoksatu)