POJOKSATU.ID - Erik ten Hag disebut-sebut mengkambinghitamkan tiga pemain senior di balik pemecatannya dari kursi manajer Manchester United.
Ketiga pemain senior itu adalah Marcus Rashford, Casemiro, dan Antony.
Pemecatan Erik ten Hag pada Senin 28 Oktober 2024 mungkin jadi kabar menggembirakan bagi sebagian besar fans Manchester United yang sudah frustasi dengan prestasi tim favoritnya.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Vinicius Jr Gagal Dapat Ballon d'Or, Langsung Pemred France Football yang Bilang
Selama era kepimpinan Erik ten Hag, Manchester United terus mencatat rekor buruk.
Mulai finis terburuk yang pernah di Liga Inggris, hingga salah satu awal terburuk, memang membuat Premier League begitu tidak ramah bagi pelatih asal Belanda ini.
Rekan senegaranya, Ruud van Nistelrooy, kini akan mengambil alih sebagai pelatih sementara, dan pelatih Sporting CP, Ruben Amorim, muncul sebagai kandidat kuat penggantinya.
Dikutip Pojoksatu.id dari Mirror Football, kluh berjuluk Setan Merah itu juga mulai membuat daftar pemain yang jadi target utama mereka pada jendela transfer mendatang.
Meskipun selalu didukung oleh pemegang saham minoritas baru, Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, skuad Erik Ten Hag memang kurang memuaskan selama masa jabatannya.
Namun, ada tiga pemain bintang dalam skuadnya yang diduga telah mengecewakan manajernya dan jadi biang di balik pemecatan Erik Ten Hag.
Menurut Daily Star, Rashford, Casemiro, dan Antony adalah tiga pemain yang khususnya mengecewakan manajer mereka dan sebagian bertanggung jawab atas pemecatannya.
Rashford hanya mencetak sebiji gol musim ini di liga, saat melawan Southampton dengan skor 3-0.
Pemain Timnas Inggris itu gagal mencatatkan tembakan dalam tiga pertandingan liga pertamanya musim ini.
Musim sebelumnya juga sangat mengecewakan. Tujuh gol liga dan tiga assist jauh dari 17 gol (30 di semua kompetisi) yang ia cetak pada musim debut Ten Hag.
Casemiro, khususnya, juga telah menghadapi kritik yang cukup banyak musim ini.
Laporan menyebutkan bahwa pemain Brasil tersebut mungkin akan pindah ke Liga Pro Saudi musim panas ini, dengan banyak yang menganggapnya tidak cukup fit untuk mengikuti tempo cepat Liga Inggris.
Baca Juga: Oknum Kades di Rengasdengklok Karawang Nekat Jual Tanah Milik Negara ke Warga
Penampilannya melawan Liverpool, di mana ia hampir bertanggung jawab atas dua gol rival dalam kekalahan 3-0, sangat buruk, dan Manuel Ugarte dibawa masuk untuk menggantikannya.
Antony, yang juga tampil gemilang di bawah Ten Hag di Ajax, dibeli dengan biaya transfer 86 juta poundsterling.
Diberikan kepercayaan oleh manajer asal Belanda itu, namun juga tidak pernah benar-benar tampil baik dan mencoreng catatan transfer Ten Hag.
Di mata banyak orang, hampir 600 juta poundsterling yang dihabiskan Man United untuk membangun skuad ideal pelatih berusia 54 tahun itu dianggap terbuang sia-sia.
Bintang lainnya, Bruno Fernandes, yang dijadikan kapten oleh Ten Hag selama masa jabatannya, juga mendapat kritik.
Dalam beberapa pekan terakhir, Fernandes tampil kurang memuaskan dan dua kartu merah - meskipun yang pertama dibatalkan - saat melawan Tottenham dan Porto.
Gelandang asal Portugal itu mengeluarkan pernyataan di media sosial setelah pemecatan Ten Hag.
"Terima kasih untuk segalanya, bos. Saya menghargai kepercayaan dan momen yang kita bagikan bersama. Saya berharap yang terbaik untukmu di masa depan."
"Meskipun mengetahui periode terakhir ini tidak bagus dari kita semua, saya berharap para penggemar bisa mengingat hal-hal baik yang telah dilakukan manajer untuk klub kita," kata gelandang Timnas Portugal itu.***
Download aplikasi berita Pojok Satu (https://www.pojoksatu.id/) di Play Store dan App Store (completed) untuk membaca berita lebih mudah, nyaman dan tanpa banyak iklan.

