POJOKSATU.id — Duel panas antara Semen Padang FC kontra PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2025 benar-benar menguras emosi para pendukung.

Bermain di kandang sendiri, GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Kamis (17/04/2025), Kabau Sirah akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga dramatis dengan skor tipis 3-2.

Sejak menit awal, pertandingan langsung berlangsung dalam tensi tinggi.

Kedua tim yang tengah berjibaku di papan bawah klasemen tampil agresif, saling balas serangan tanpa kompromi demi meraih tiga poin krusial.

PSIS Semarang lebih dulu membuka keunggulan lewat gol Septian David Maulana di menit ke-62.

Baca Juga: Setan Merah KRISIS PEMAIN, Lyon INCAR KEMENANGAN di Old Trafford, Leg Kedua Perempat Final Liga Eropa, Begini Prediksi SKOR dan FORMASI MU vs Lyon

Gol ini sempat membungkam publik tuan rumah, namun respons cepat dari pelatih Eduardo Almeida terbukti jitu.

Sang arsitek memasukkan Firman Juliansyah yang hanya butuh empat menit di lapangan untuk mencetak gol penyama pada menit ke-66.

Tak berhenti di situ, atmosfer stadion kian memanas ketika Muhamad Ridwan sukses membalikkan keadaan dan membawa Semen Padang FC unggul 2-1 pada menit ke-71.

Namun, keunggulan itu buyar di menit-menit akhir. Sudi Abdallah menjadi mimpi buruk tuan rumah dengan gol penyama di masa injury time, tepatnya menit ke-90+6.

Baca Juga: Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Tottenham di Liga Europa: Laga Hidup Mati Kedua Tim

Meski sempat terpukul, mentalitas Kabau Sirah tak runtuh.

Dua menit berselang, Tin Martic tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan yang memastikan tiga poin penting untuk Semen Padang FC.

Kemenangan ini menjadi momen berharga bagi Semen Padang FC, mengingat mereka sempat puasa kemenangan di kandang sejak terakhir kali menumbangkan Persita Tangerang 2-0 pada 14 Februari lalu.

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester United vs Lyon di Liga Europa: MU Lolos ke Semifinal?

Ini juga menjadi kemenangan kandang kedua mereka dalam dua bulan terakhir.

Meski meraih kemenangan, Semen Padang FC masih belum beranjak dari posisi ke-17 klasemen sementara.

Sementara PSIS Semarang tetap bertahan di urutan ke-16 karena unggul selisih gol, meski kedua tim sama-sama telah memainkan 29 pertandingan.

Laga ini menjadi bukti betapa kerasnya perjuangan di papan bawah Liga 1, di mana setiap poin menjadi sangat berarti untuk menghindari jeratan degradasi.

Drama hingga detik akhir yang tersaji di Padang membuktikan, dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi sebelum peluit panjang dibunyikan. ***