POJOKSATU.id — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya resmi memperkenalkan Alexander Zwiers asal Belanda sebagai Direktur Teknik PSSI.
Momen perkenalan berlangsung di Hotel Mulia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin malam (25/8/2025).
Erick menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi penilaian utama dalam memilih direktur teknik, yakni track record, komitmen, dan filosofi.
Menurutnya, Zwiers memiliki pengalaman luas, baik di Eropa maupun Asia.
"Kalau lihat track record, pengalamannya sudah bisa diargumentasikan," kata Erick.
Ia menegaskan, agar sepak bola Indonesia bisa masuk top 15 bahkan 10 Asia, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemetaan kekuatan.
"Kadang-kadang kita ranking 118 sudah mikirnya terlalu jauh. Padahal, di Asia kita itu masih mungkin top 20 lebih," ucap Erick.
Baca Juga: Timnas Indonesia Batal Lawan Kuwait, Erick Tak Tahu Penyebabnya, Gantinya Lawan Siapa?
Pengalaman Zwiers di Asia dan Dunia
Zwiers dikenal memiliki rekam jejak mentereng. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik Jordan Football Association (JFA) sejak 2019, dan berhasil membawa Timnas Yordania hingga posisi kedua Piala Asia 2023.
Selain itu, Zwiers juga berpengalaman bekerja dengan FC Groningen (Belanda), akademi di Qatar dan Arab Saudi, berkolaborasi dengan Johan Cruyff di Chivas Guadalajara (Meksiko), hingga memimpin aspek teknis di klub-klub besar seperti FC Kairat (Kazakhstan), Al Shabab (Dubai), dan Al Wahda (Abu Dhabi).
Mengisi Kekosongan Jabatan
Posisi Direktur Teknik PSSI sebelumnya pernah lama dipegang Indra Sjafri (2020–2023) sebelum fokus melatih Timnas U-20.
Setelah itu, jabatan sempat ditempati Frank Wourmouth, namun hanya enam bulan hingga Desember 2023.
Februari 2025 lalu, Erick sempat mengungkap pihaknya masih mencari sosok yang tepat, meski PSSI sudah lebih dulu mendatangkan penasihat teknis Jordy Cruyff serta kepala pemandu bakat Simon Tahamata.
Filosofi dan Strata Kepelatihan
Erick menegaskan, filosofi membangun sepak bola harus berbasis sistem dan kerja sama, bukan individual.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Lolos ke Semifinal Piala AFF 2025, Tekuk Malaysia 3-1
"Bukan kerja individu," ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa strata kepelatihan PSSI kini sudah lebih lengkap: ada direktur teknik, technical advisor, pelatih timnas senior, U-23, U-17, bahkan persiapan untuk U-15.
"Talentanya mulai ada. Dari 38 provinsi, kompetisi U-16 baru ada di 16 provinsi," jelas Erick.
Selain itu, pengembangan timnas putri juga masuk perhatian khusus.
Erick menilai strata kepelatihan Garuda Pertiwi belum berjalan maksimal sehingga harus segera dibenahi.
Harapan Besar ke Depan
Berdasarkan filosofi, komitmen, dan kerja sama dalam membangun sepak bola, PSSI akhirnya memilih Alexander Zwiers.
"Nah, filosofi ini yang kami diskusikan dan menjadi keteguhan kami memilih Alex, selain masalah teknis. Kalau masalah teknis itu nanti ada diskusi di antara tim pelatih," tegas Erick.
Penunjukan Zwiers menjadi babak baru bagi PSSI dalam upaya membangun fondasi sepak bola Indonesia agar lebih kompetitif, baik di level Asia maupun dunia.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Mohon dibantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra

