POJOKSATU.id - Nama wasit Shen Yinhao mendadak jadi 'buruan' usai memimpin laga semifinal Piala Asia U-23 antara Indonesia vs Uzbekistan.

Itu lantaran Shen Yinhao dinilai tidak adil sebagai pengadil lapangan dan cenderung merugikan Timnas Indonesia.

Netizen Indonesia menilai, keputusan-keputusan Shen Yinhao cukup aneh dan tak masuk akal.

Contohlah misal saat Witan Sulaiman dilanggar di kotak penalti oleh pemain belakang Uzbekistan di babak pertama.

Baca Juga: Apa Instagram Wasit Shen Yinhao yang Pimpin Indonesia U-23 vs Uzbekistan? Lengkap Deretan Kontroversi Jelas

Alih-alih memberikan penalti, sang wasit asal China itu malah hanya memberikan tendangan bebas.

Anehnya lagi, setelah mengecek tayangan ulang layar VAR, dia malah membatalkan tendangan bebas tersebut.

Padahal dalam tayangan ulang terlihat jelas Witan dilanggar di dalam kotak penalti.

Tak kalah menyakitkan adalah ketika Muhammad Ferarri berhasil membobol gawang negara peringkat ke-64 FIFA itu.

Baca Juga: Hasil Indonesia vs Uzbekistan: Garuda Muda Dikerjai Wasit (Lagi), Kandas di Semifinal Piala Asia U23

Setelah melihat VAR gol tersebut dianulir lantaran menganggap Ramadhan Sananta sudah dalam posisi offside saat menyambut lemparan ke dalam Pratama Arhan.

Belum lagi kartu kuning yang dialamatkan kepada pelatih Shin Tae-yong.

Itu setelah pelatif asal Korea Selatan tersebut tak bisa menahan emosi melihat serentetan keputusan kontroversial Shen Yinhao.

Namun yang cukup menyakitkan adalah saat wasit mengusir sang kapten Rizky Ridho dari lapangan.

Hal itu terjadi setelah bek tengah Indonesia tersebut menghalau bola yang dikejar pemain lawan.

Bola pun berhasil dihalau tapi pemain lawan tetap berlari sehingga kaki kanan Rizky Ridho 'nyangkunt' di paha dalam pemain Uzbekistan.

 

Kasus Kriminal Wasit Shen Yinhao

Usut punya usut, wasit Shen Yinhao ternyata pernah kena kasus kriminal.

Itu setelah ia kedapatan melakukan plagiarisme atas tesis yang ia buat untuk pendidikannya pada 2020.

Baca Juga: Jika MENANG Alhamdulillah, Jika Kalah BEGINI SKENARIO Timnas U-23 TETAP BISA LOLOS Olimpiade 2024

Dikutip dari pemberitaan Zuqiubao, dugaan plagiat Shen Yinhao juga didapati pada tesis doktoral.

Saat itu ia membuat tesis berjudul 'Penelitian tentang situasi saat ini dan strategi pengembangan sekolah tradisional di kota Shanghai'.

Ternyata tesis tersebut dicopy-paste dari tesis Xuan Haide dengan judul 'Investigasi situasi saat ini dan penanggulangan perkembangan sepak bola tradisional di Provinsi Anhui'.

Mendapati hal itu, Universitas Tongji, kampus tempat Shen Yinhao menempuh S2 dan S3 pun turun tangan.

Baca Juga: Ibunda Ernando Barusan Dijemput Polda Jateng, Sempat Ziarah ke Makam Suami, Malam Ini Jadi Gagal Nobar dengan Tetangga

Perlu diketahui, di kampus tersebut Shen Yinhao menjabat sebagai Wakil Dekan Akademi Sepak Bola Universitas Tongji.

Sayangnya, dalam upaya penyelidikan itu, kasus dugaan copy-paste tesis itu seperti disulap dan hilang begitu saja.

Padahal hukuman yang menanti Shen Yinhao pun cukup berat.

Yakni pencabutan lisensi dan status ke-wasitannya oleh PSSI-nya China.

Pernah Memicu Kericuhan Sepakbola

Selain kasus plagiat, wasit Shen Yinhao ternyata juga wasit yang mendapat sorotan tajam di Liga China.

Pada 17 Oktober 2020 silam, ia pernah di-bully masyarakat sepakbola negeri tersebut.

Itu setelah dia membuat keputusan kontroversial pada pertandingan di Liga Super Cina.

Baca Juga: Orang Tua Beberkan 'Ritual' Witan Sulaeman Sebelum bertanding, Ternyata Ini yang Dilakukan

Di laga tersebut, dia menghadiahkan penalti yang menguntungkan klub Shandong Luneng.

Lebih parah lagi, wasit Shen Yinhao juga pernah memicu kericuhan sepakbola.

Itu terjadi pada laga Guangdong Rizhiquan vs Chengdu Sheffield United edisi 2013 silam.

Kalau sudah punya rekam jejak seperti itu kok bisa AFC memilih Shen Yinhao jadi wasit?***