Jelang Final Indonesia vs Vietnam: Kilas Balik 2 Emas Sepakbola Indonesia di SEA Games

Final SEA Games 2019, Indonesia U-23 vs Vietnam U-23.
Final SEA Games 2019, Indonesia U-23 vs Vietnam U-23.

POJOKSATU.id, MANILA – Pecinta sepakbola Tanah Air sangat berharap, Timnas Indonesia U-23 bisa mengalahkan Vietnam U-23 pada final SEA Games 2019 kontra Vietnam U-23, Selasa (10/12/2019) malam ini. Jika menang, ini akan jadi medali emas ketiga Tim Merah-Putih sepanjang sejarah SEA Games.


Dua medali emas sebelumnya diraih Indonesia pada SEA Games 1987 dan 1991. Setelah itu, Timnas Garuda, tak pernah lagi menjuarai cabang sepak bola di ajang multi-even antar negara Asia Tenggara itu.

Pertama kali Indonesia merasakan medali emas SEA Games adalah ketika bertindak sebagai tuan rumah pada edisi 1987. Kala itu, Ricky Yakobi dkk ditukangi Bertje Matulapelwa.

Menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 20 Septmber 1987, Timnas Garuda menang tipis 1-0. Satu-satunya gol pada laga itu dicetak Ribut Waidi pada menit 91, setelah kedua tim bermain 0-0 dalam 90 menit waktu normal.


Gol pemain PSIS Semarang kelahiran Pati, 5 Desember 1962, membuat SUGBK bergemuruh. Pasalnya, sejak SEA Games digelar 1959 (kala itu bernama Southeast Asian Peninsula Games), ini merupakan kali pertama Indonesia meraih emas sepakbola.

Sebelumnya, Indonesia hanya mampu jadi finalis pada SEA Games 1979. Di partai puncak, Timnas Garuda takluk 0-1 dari Malaysia.

Kemenangan atas Malaysia pada final SEA Games 1987 menjadi revans atas Malaysia. Bukan hanya itu, sukses Indonesia meraih medali emas untuk pertama kali, sekaligus menghentikan dominasi Thailand.

Setelah SEA Games 1987, Indonesia meraih emas keduanya di cabang sepakbola, empat tahun kemudian. Pada final SEA Games 1991, Timnas Garuda menghadapi Thailand di final.

Kali ini, Indonesia diperkuat pemain-pemain seperti Rochi Putiray, Bambang Nurdiansyah, Widodo C Putro, dan Peri Sandra. Mereka dilatih juru taktik asal Rusia, Anatoli Polosin.

Bertanding di Stadion Rizal Memoriam, Manila, Indonesia dan Thailand bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Timnas Garuda akhirnya keluar sebagai kampiun setelah menang adu penalti 4-3. Indonesia pun meraih medali emas.

Tapi setelah prestasi gemilang di Manila itu, kisah indah dari lapangan hijau di ajang SEA Games tak pernah lagi terukir. Kegagalan demi kegagalan jadi langganan tim Merah Putih, meski beberapa kali bisa sampai ke partai puncak.

Kini setelah 28 tahun berlalu, Indonesia, melalui skuat muda U-23 (sejak SEA Games 2001, tim sepakbola diperkuat pemain U-23), asa mengulang sejarah terbuka lebar.

Evan Dimas dkk yang kali ini dilatih Indra Sjafrie sangat diharapkan bisa mengakhiri puasa medali emas Indonesia. Vietnam yang jadi lawan di final, pernah mengalahkan Garuda Muda di babak penyisihan Grup B, 2-1.

Tapi itu bukan acuan. Permainan Indonesia U-23 terus berkembang dan diyakini sudah memiliki mental juara. Catatan lainnya dari kekalahan di penyisihan grup, setidaknya ada tiga Starting XI Indonesia yang bukan merupakan pemain inti.

Mereka adalah bek sayap Dodi Alekvan Djin, gelandang Sani Rizki Fauzi dan penyerang sayap, Irkham Zahrul Mila.

Pada laga final nanti malam, Indra Sjafri kemungkinan akan kembali memainkan pemain kunci di tiga posisi tersebut. Yaitu, Firza Andika di posisi bek kiri, Rachmat Irianto atau Syahrian Abimayu di pos gelandang dan Egy Maulana Vikri sebagai penyerang sayap kanan.

Akankah, Garuda Muda mengulang sejarah di Manila 28 tahun silam? Jangan lewatkan pertandingannya malam ini, mulai pukul 19.00 WIB.

(fat/pojoksatu)