Dokter Timnas Indonesia U-23 Ungkap Nazar Jika Raih Emas, Malah Ditertawakan Penggawa Garuda Muda

Dokter Timnas Indonesia u-23, Syarif Alwi (kiri) bersama Ketum PSSI M Iriawan. Foto: dok Syarif Alwi
Dokter Timnas Indonesia U-23, Syarif Alwi (kiri) bersama Ketum PSSI M Iriawan. Foto: dok Syarif Alwi

POJOKSATU.id, MANILA – Medali emas sepakbola di ajang SEA Games adalah prestasi langka bagi Indonesia. Wajar jika sejumlah pihak sangat berharap Evan Dimas dkk tidak membuang kesempatan di depan mata. Bahkan dokter Timnas Indonesia U-23, Syarif Alwi punya bernazar jika Garuda Muda meraih emas.

Sepanjang sejarah sepakbola Indonesia, memang baru dua kali meraih medali emas SEA Games. Yaitu pada edisi 1987 dan 1991. Emas terakhir diraih di Filipina, venue yang sama tempat akan dihelat final SEA Games 2019, Selasa (10/12/2019) malam ini melawan Vietnam, Rizal Memoriam Stadium, Manila.

Jelang laga final Indonesia vs Vietnam itu, Syarif Alwi mengungkapkan nazarnya. Ia berjanji akan menggunduli atau memotong habis rambut di kepalanya.

“Saya mau gundul dan juga berpuasa satu minggu, kalau Indonesia juara dan dapat emas,” tutur Syarif, Selasa pagi, dikutip Pojoksatu.id dari JPNN.


Tapi nazar dari Syarif ini malah mengundang tawa para pemain dan ofisial yang sedang berkumpul. Pasalnya, rambut di kepala Syarif sebenarnya sudah mulai menipis, tetapi ingin dipotong habis.

Syarif memiliki optimisme tinggi karena dari pantauannya, semua pemain dalam kondisi bugar. Dia memastikan, seluruh penggawa siap tampil lawan Vietnam.

“Bagaimana kondisi pemain, sudah dilaporkan ke Coach Indra. Nanti pelatih yang menentukan siapa yang akan tampil,” tandasnya.

Sementara pelatih Timnas Indonesia u-23, Indra Sjafri juga memiliki nazar jika Timnas Indonesia mengalahkan Vietnam pada laga final SEA Games 2019 nanti malam.

Indra berjanji akan membawa medali emas ke makam orang tuanya, apabila sukses menjuarai SEA Games 2019. Sebab, sebelum berangkat dia tidak sempat berziarah ke makam orang tuanya.

Laga Indonesia kontra Vietnam sendiri akan sangat menarik. Sebab, Indonesia sedang mengejar obat penawar dahaga puasa gelar juara sejak 1991. Sementara itu, Vietnam ingin mencatat sejarah karena belum meraih medali emas di final SEA Games dari lima kali kesempatan menembus partai puncak.

(jpnn/fat/pojoksatu)