Lionel Messi: Sudahlah Peru, Copa America Sudah Diatur Untuk Brasil

argentina vs chile, lionel messi
Lionel Messi dan Gary Medel mendapat kartu merah pada laga perebutan tempat ketiga Copa america 2019, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB. (BBC)

POJOKSATU.id, SAO PAULO – Superstar Argentina, Lionel Messi menjadi sorotan pada laga perebutan tempat ketiga Copa America 2019. Ia mendapat kartu merah pada laga yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-1, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.


Delapan menit sebelum turun minum, Messi dan bek Chile, Gary Medel terlibat perselisihan sehingga keduanya mendapat kartu merah dari wasit Mauro Diaz de Vivar asal Paraguay.

Ini merupakan kartu merah kedua Messi sepanjang karirnya di Timnas Argentina senior, setelah sanksi serupa didapatnya kala debut bersama tim senior melawan Hongaria pada 2005.

Setelah pertandingan, Messi, yang menolak ikut pengalungan medali perunggu bersama rekan satu timnya, kembali melontarkan kritik tajam kepada pengadil.


Bintang Barcelona itu mengklaim kartu merah dari Diaz itu bukan semata karena insidennya dengan Medel. Menurutnya, kartu merah itu adalah imbas dari kritik kerasnya terhadap penyelenggaraan Copa America, setelah Argentina disingkirkan Brasil di semifinal.

Sebelumnya, Messi melontarkan kritik karena wasit tidak memberikan dua penalti kepada Argentina pada laga kontra Brasil.Dan La Pulga mengklaim insiden dengan Medel seharusnya hanya kartu kuning.

“Itu adalah permainan yang sering terjadi. [Medel] selalu bermain sampai batas. Saya pikir wasit bereaksi berlebihan. Dengan kartu kuning untuk kami berdua, itu sudah cukup,” katanya.

“Saya merasa sangat marah karena saya pikir saya tidak pantas mendapatkan kartu merah itu karena saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Kami unggul, tetapi, seperti yang saya katakan baru-baru ini, sayangnya ada banyak korupsi wasit,” kritik Messi usai laga kontra Chile, dikutip Pojoksatu.id dari ESPN.

“Kami pergi dengan perasaan bahwa mereka tidak memungkinkan kami untuk berada di final, bahwa kami siap untuk lebih baik. Pertandingan Brasil dan pertandingan hari ini adalah dua penampilan terbaik kami, tetapi kemudian ketika Anda tulus, Anda mengatakan hal-hal dan hal-hal ini terjadi,” lanjutnya.

Ditanya langsung apakah kartu merahnya merupakan hasil dari keluhannya sebelumnya, Messi berkata: “Ya, sayangnya, ya. Anda tidak bisa jujur ​​dan Anda tidak bisa mengatakan bagaimana hal-hal harus dilakukan.”

Akibat kartu merah itu, Messi dipastikan absen pada laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret tahun depan. Tapi Messi mengaku tidak khawatir tentang larangan tambahan karena kritik pedasnya.

“Mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan. Yang benar harus dikatakan,” katanya. “Saya pergi dengan tenang dan dengan kepala tinggi dan bangga dengan tim ini yang memberikan segalanya dan yang berkembang selama turnamen.”

“Saya harap tim ini dihormati dan orang-orang mendukung mereka karena mereka memiliki banyak hal untuk diberikan seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan ini,” tutur Messi memuji rekan setimnya.

Messi pun sangat yakin tuan rumah Brasil akan mengalahkan Peru di final pada Minggu malam waktu setempat di Rio de Janeiro untuk mengangkat mahkota Copa pertama mereka sejak 2007.

“Saya pikir tidak ada keraguan. Sayangnya saya pikir ini (Copa America) sudah diatur untuk Brasil [untuk memenangkannya],” kata Messi. “Saya berharap bahwa VAR dan wasit tidak ada hubungannya dan bahwa Peru dapat bersaing karena mereka memiliki tim untuk menang, tetapi saya melihat itu sulit,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)