Jadi Rapper, Ronaldinho Perangi Korupsi di Brasil

Ronaldinho
Ronaldinho. (as.com)

POJOKSATU.id, RIO DE JANEIRO – Mantan bintang sepak bola dunia asal Brasil, Ronaldinho ikut mengkampanyekan anti-korupsi lewat lagu. Bernyanyi laiknya rapper profesional, eks bintang Barcelona, PSG dan AC Milan itu mengutuk tindakan rasuah di negaranya.


Dikutip Pojoksatu.id dari France24.com, pria bernama lengkap Ronaldinho Gaucho itu telah merilis sebuah lagu bersama dengan penyanyi Brazil Jorge Vercillo. Tema lagunya mengutuk tindakan korupsi.

Pemain terbaik dunia 2005 itu muncul dalam sebuah video, direkam di sebuah studio, mengenakan baret hitam dan tank top putih yang dihiasi dengan gambar Saint George yang membunuh seekor naga.


BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini; Persib, Liverpool, Inter dan Barcelona

Di pertengahan lagu, Ronaldinho tampak bermain drum, kemudian puncaknya bernyanyi solo rap selama 30 detik.

“Cinta adalah permainan kami, dari awal hingga akhir, di hatiku tidak ada musuh lagi,” potongan bait lagu Ronaldinho.

Dia kemudian meminta santo Kristen yang mengenakan baju besi untuk membunuh “naga keserakahan” dan korupsi, sementara paduan suara menyoroti pemborosan dana publik yang membuat pembangunan sekolah dan rumah sakit terbengkalai.

Ini bukan penampilan bermusik pertama bagi Ronaldinho. Pria 39 tahun yang gantung sepatu pada Januari 2018 itu juga pernah tampil dengan rapper Tunisia K2rhym.

BACA JUGA: Juventus Nyaris Dipermalukan Tim Sekota, Untung Ada Ronaldo

Lagunya kemudian ditampilkan dalam lagu resmi Piala Dunia 2018 yang dibawakan oleh Will Smith, Nicky Jam dan Era Istrefi.

Ronaldinho bahkan membuat penampilan mengejutkan dengan bermain drum di upacara penutupan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki Moskow.

Meski demikian, pemenang Piala Dunia 2002 ini tidak pernah lepar dari kontroversi. Pada November 2018, pengadilan memerintahkan agar paspornya dan saudaranya Roberto ditahan karena gagal membayar denda USD 2,3 juta untuk kerusakan lingkungan yang terjadi selama pembangunan properti di Rio Grande do Sul, Brasil selatan.

Dan selama kampanye presiden tahun lalu, ia bergabung dengan partai PRB sayap kanan dan memberikan dukungan penuh terhadap calon presiden Jair Bolsonaro.

Bolsonaro, yang terpilih karena janji untuk memerangi korupsi kemudian menghadapi masalah skandal pribadi sejak menjabat pada Januari.

(fat/pojoksatu)