Jelang Final Piala FA, Jose Mourinho Siap Hadapi Teror Fans Chelsea

Jose "The One" Mourinho - Manchester United
Jose Mourinho - Mantan Manajer Manchester United (skysport.com)

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United akan bentrok dengan Chelsea di final Piala FA musim ini di Wembley Stadium, Sabtu (19/5/2018) malam WIB.


Laga tersebut dijamin berjalan sengit dan seru karena keduanya sama-sama bertekad untuk menutup musim ini dengan satu titel juara setelah gagal di Liga Primer Inggris.

Bagi manajer MU, Jose Mourinho, kembali jumpa dengan mantan tim asuhannya itu selalu menjadi momen yang sangat emosional.


Betapa tidak, setiap jumpa dengan Chelsea selama ia menukangi Setan Merah, pelatih asal Portugal itu harus menghadapi ‘teror’ fans The Blues yang sangat membencinya.

Padahal, Mourinho pernah mempersembahkan tiga titel Liga Primer Inggris selama dua periode kepelatihannya bersama Chelsea sebelum dipecat pada 2007, namun keputusannya membesut MU telah membuat fans The Blues marah dan balik membencinya.

Bahkan, musim lalu fans Chelsea sempat meneriakinya dengan chant ejekan yang ditujukan langsung pada dirinya. Mourinho pun sempat membalas dengan menunjukkan kalau ia merupakan manajer paling sukses di klub.

Mourinho pun memprediksi di final Piala FA nanti, ia akan kembali mendapat ‘teror’ dan fans Chelsea, namun ia kini siap menghadapinya.

“Jika mereka membenci saya, jika mereka tidak menghormati saya, maka saya tidak bisa mengendalikannya,” kata Mourinho seperti dikutip dari Goal.

Namun Mourinho berjanji kali ini ia tidak akan membalasnya, namun akan menghadapinya dengan tegas. “Tidak akan ada hal yang negatif dari saya tentang mereka. Tidak akan ada satu kata pun,” ucapnya.

Mourinho bahkan mengenang momen-momen saat fans Chelsea mengeluk-elukannya saat ia menukangi klub kebanggaan mereka.

“Satu-satunya hal yang saya katakan dalam kaitan dengan Chelsea adalah sejak hari pertama saya pada 2004 hingga hari terakhir, mereka bersama saya tanpa syarat,” katanya.

“Mereka mendukung saya setiap hari, mereka sangat mendukung saya. Bahkan, ketika saya dipecat pada 2007, saya tidak akan pernah lupa karena mereka melakukan apa yang dilakukan suporter hebat dan mereka mendukung saya tanpa syarat,” ungkapnya.

(qur/pojoksatu)