Di-Bully karena Bernama ISIS

ilustrasi anak dibully
ilustrasi anak dibully
ilustrasi anak dibully

POJOKSATU – Begini repotnya punya nama yang mirip organisasi radikal. Isis King, perempuan asal Sault Ste Marie, Ontario, Kanada, di-bully banyak orang karena kemiripan nama dengan kelompok ekstremis yang gemar menempuh jalur kekerasan demi mendirikan negara teologi di Irak dan Suriah tersebut.

Kantor berita Kanada CBC melansir keluhan gadis belasan tahun tersebut pada Senin (23/3). Isis mengaku kadang dirisak rekan sekolahnya. Tapi, lebih sering lagi di-bully di media sosial yang membuat kata-kata itu makin menyakitkan.

“Mereka menyebut saya teroris, orang gila. Saya tak berhak atas perlakuan seperti itu,” jelas Isis.

Sang ibu memberinya nama demikian, terilhami dari nama sebuah dewi dalam mitologi Mesir kuno. Isis, yang punya kuil pemujaan khusus, diagungkan sebagai ibu kehidupan. “Dan, aku menyukai nama itu karena unik. Tapi, aku capek dengan perlakuan kasar yang kuterima,” ujar Isis.


Masalah bagi Isis bertambah ketika Facebook ikut-ikutan meminta dia mengganti nama karena dianggap berkaitan dengan ISIS. Walhasil, dia terpaksa menggunakan nama palsu, yang lucunya malah dilarang Facebook.

“Peringatan muncul saat aku melihat foto di Facebook. Aku coba menulis ulang namaku, tapi tak berhasil. Jika tidak diubah, aku tak bisa mengakses,” kata Isis. Dia mengaku coba mengontak Facebook soal itu. (cbc/zal/k8/dep)