POJOKSATU.id - Tim nasional Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia dengan cara yang menyakitkan setelah kalah dari Maroko melalui drama adu penalti. 

Laga yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir imbang 1-1 sebelum Singa Atlas memastikan kemenangan dari titik putih dan melaju ke babak 16 besar.

Maroko kini bersiap menghadapi Kanada pada babak 16 besar setelah berhasil melewati salah satu pertandingan paling menegangkan di turnamen ini.

Pelatih Ronald Koeman membuat keputusan mengejutkan dengan memasang lima pemain di lini belakang. 

Baca Juga: Cara Menabung Beli Rumah dengan Gaji Rp3 Juta, Ini Strategi agar Target Cepat Tercapai

Nathan Aké dipercaya menggantikan Tijjani Reijnders, sementara lini depan diisi Crysencio Summerville, Brian Brobbey, dan Cody Gakpo sebagai andalan mencetak gol.

Sejak awal pertandingan, Belanda bukan hanya menghadapi kekuatan skuad utama Maroko yang diperkuat Noussair Mazraoui dan Ismael Saibari, tetapi juga atmosfer stadion yang didominasi pendukung lawan. 

Setiap kali Belanda menguasai bola, siulan dan cemoohan menggema di seluruh stadion.

Maroko langsung memberikan ancaman. Bart Verbruggen dipaksa bekerja keras saat menepis sundulan Neil El Aynaoui dari situasi sepak pojok. 

Baca Juga: Sewindu HPCI Karawang Chapter, Pererat Persaudaraan Lewat Perayaan Anniversary ke-8

Tak lama berselang, kiper Belanda itu kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan keras Achraf Hakimi.

Pertandingan juga diwarnai benturan keras. Azzedine Ounahi sempat mengenai wajah Jan Paul van Hecke dengan sikunya. 

Namun, wasit video menilai pelanggaran tersebut belum layak mendapat hukuman lebih berat. 

Van Hecke kembali mengalami benturan setelah berbenturan dengan Mazraoui, tetapi tetap mampu melanjutkan pertandingan usai mendapat perawatan.

Baca Juga: Ukuran Rumah Subsidi 2026 Lengkap, Kenali Tipe 21, 30, hingga 36 Sebelum Ajukan KPR FLPP

Menjelang turun minum, Belanda memperoleh peluang emas. 

Micky van de Ven melepaskan tendangan keras yang memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke atas mistar gawang. 

Hingga babak pertama usai, skor tetap bertahan tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Maroko kembali tampil dominan. Kesalahan Aké hampir berbuah petaka ketika Hakimi berhasil menusuk ke kotak penalti. 

Namun, tendangannya hanya menghantam mistar gawang Belanda.

Koeman kemudian melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Teun Koopmeiners menggantikan Aké dan Wout Weghorst menggantikan Brobbey. 

Baca Juga: Kapolres Buka Madina Boxing, Mampu Tutup Ruang Peredaran Narkoba

Pergantian itu langsung memberi dampak positif.

Serangan balik cepat yang dibangun Summerville bersama Gakpo berhasil memecah kebuntuan. 

Gakpo menerima umpan dengan sempurna sebelum menaklukkan Bounou dengan penyelesaian tenang yang membawa Belanda unggul 1-0.

Saat kemenangan sudah berada di depan mata, Maroko berhasil memaksakan babak tambahan waktu. 

Memasuki masa injury time, umpan silang akurat Chemsine Talbi disambut sundulan Issa Diop yang gagal dihentikan Verbruggen. 

Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Pada extra time, kedua tim bermain lebih hati-hati. 

Baca Juga: Sinopsis Film FOuFO, Bayu Skak Garap Film Fiksi Ilmiah Bernuansa Komedi Madura Tayang 9 Juli 2026

Maroko nyaris mencetak gol kemenangan melalui Soufiane Rahimi, tetapi Verbruggen kembali tampil luar biasa dengan penyelamatan penting yang menjaga asa Belanda.

Penentuan akhirnya berlangsung lewat adu penalti yang penuh ketegangan. 

Koopmeiners sukses menjalankan tugasnya, sementara El Aynaoui gagal setelah bola membentur mistar. Justin Kluivert kemudian membentur tiang gawang, sedangkan Rahimi berhasil memperdaya Verbruggen.

Weghorst dan Talbi sama-sama mencetak gol. Drama berlanjut ketika Quinten Timber, Hakimi, dan Summerville gagal menjalankan tugas mereka. 

Kesempatan terakhir dimanfaatkan dengan sempurna oleh Ismael Saibari yang mencetak penalti penentu kemenangan Maroko sekaligus mengakhiri langkah Belanda di Piala Dunia.

Baca Juga: WhatsApp Resmi Hadirkan Fitur Username, Kini Bisa Chat Tanpa Bagikan Nomor HP, Begini Cara Reservasinya

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Belanda. 

Sepak bola memang kerap menghadirkan kisah yang sulit ditebak, ketika keunggulan yang sudah di depan mata dapat sirna dalam hitungan menit. 

Di sisi lain, Maroko kembali membuktikan bahwa semangat pantang menyerah mampu membuka jalan menuju mimpi yang lebih besar di panggung dunia. ***