POJOKSATU.ID, BOGOR - Presiden Persikabo 1973 Bimo Wirjasoekarta menanggapi sanksi FIFA yang dialamatkan kepada dirinya terkait permasalahan dengan pemain.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/4), Presiden Persikabo Bimo Wirjasoekarta mengaku menghormati keputusan Komite Etik FIFA.

Bimo juga mengapresiasi keputusan pihak manajemen klub yang tetap mendukungnya sebagai Presiden Persikabo.

Pada putusan yang dikeluarkan Komite Etik FIFA, Selasa (4/4) malam Bimo dilarang beraktivitas di dunia sepak bola baik nasional maupun internasional selama dua tahun, dengan masa percobaan tiga tahun.

Hal itu karena FIFA menilai Bimo melanggar pasal 24 tentang perlindungan integritas fisik dan mental, pasal 26 terkait penyalahgunaan posisi, serta pasal 14 Tugas Umum Kode Etik FIFA edisi 2023.

BACA JUGA : FIFA Jatuhkan Sanksi Berat kepada Presiden Persikabo Bimo Wirjasoekarta, Ini Penyebabnya

Walau FIFA tak menyebut alasan mengapa Bimo terkena sanski, diduga ini merupakan tindak lanjut atas laporan mantan pemain Persikabo 1973, Alex Goncalves.

Pemain asal Brasil ini menuntut pembayaran gaji secara penuh meski PSSI telah mengeluarkan surat keputusan perihal pembatasan gaji pemain sebesar 25 persen akibat pandemi Covid-19.

Alex kemudian melaporkan permasalahan itu kepada FIFA ketika dia sudah hijrah ke Persita Tangerang.

Persikabo sendiri sudah melunasi tunggakan gaji sang pemain pada Juli 2022 lalu.

Respon Bimo


Bila selama masa percobaan tidak ada dugaan pelanggaran serupa, maka otomatis putusan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama dua tahun, secara otomatis gugur.

BACA JUGA : Disanksi FIFA, Bimo Tetap Presiden Persikabo 1973

“Persikabo 1973 adalah klub professional, karena itu kami selalu patuh kepada aturan," bunyi pernyataan Presiden Persikabo Bimo Wirjasoekarta.

"Kami telah mencermati keputusan FIFA. Sesuai dengan peraturan karena ada masa percobaan tiga tahun, maka putusan FIFA tetang larangan aktivitas di sepakbola tidak serta merta berlaku,” jelas Bimo.

Manajemen Persikabo 1973 menyayangkan kasus ini karena sebelumnya, persoalan yang terkait dengan mantan pemain mereka, Alex Dos Santos sudah selesai. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai yang PSSI.

“Namun, ya sebagai klub professional, kita ikuti saja proses hukum yang berjalan. Bahkan kita juga telah mempertimbangkan upaya banding di Badan Arbitrase Internasional, jika memang nanti ada putusan tetap,” ucapnya.

BACA JUGA : PSM Makassar Bungkam Persikabo 1973, Juku Eja Catat 9 Kemenangan Beruntun

Bimo menyebut terkait dengan hal ini, pihaknya akan membuka komunikasi dengan stakeholder sepakbola Indonesia.

“Sebagai anggota tentu kami juga akan berkoordinasi dengan PSSI," pungkasnya.

Editor: Jumaidil Halide