POJOKSATU.ID - Kabar mengejutkan datang dari klub raksasa Spanyol, Barcelona. Xavi Hernandez (44) dipecat sebagai pelatih klub Katalan itu, Jumat 24 Mei 2024.
Barcelona memutuskan untuk memecat Xavi yang notabene adalah legenda klub, setelah gagal mempersembahkan satu pun trofi sepanjang musim 2023/24 ini.
Keputusan ini cukup mengejutkan sebab, beberapa pekan lalu Presiden Barcelona, Joan Laporta sudah bertemu dengan Xavi dan sepakat bahwa dia akan tetap menjabat sebagai pelatih.
Baca Juga: Bahagiakan Warganya, Ini 2 Alasan PKS Kembali Usung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024
Namun pada Jumat malam WIB, melalui laman resmi klub diumumkan pemecatan Xavi.
"Presiden Barcelona Joan Laporta telah memberi tahu Xavi Hernandez bahwa dia tidak akan melanjutkan sebagai pelatih untuk musim 2024/25," kata Barcelona dalam sebuah pernyataan.
Xavi akan tetap bertugas pada pertandingan terakhir La Liga 2023/24 akhir pekan ini, ketika Barcelona menghadapi Sevilla sebelum angkat kaki dari Camp Nou.
Baca Juga: Anies Baswedan Diusung PKS Lagi di Pilkada Jakarta 2024, Namun Belum Keputusan Resmi
Pada Januari, Xavi mengatakan dia akan meninggalkan Barca pada akhir musim ini.
Namun setelah rentetan performa apik pada bulan April, dia dan Presiden Laporta sepakat pelatih itu akan tetap jadi pelatih Barcelona hingga kontraknya berakhir pada Juni 2025.
Penyebab Xavi Dipecat
Situasi di ruang ganti Barcelona mendadak berubah setelah kesepakatan itu, dengan media Spanyol melaporkan bahwa Laporta marah dengan komentar Xavi.
Memang beberapa waktu lalu Xavi menyebut timnya terbelenggu secara finansial sehingga sulit bersaing dengan Real Madrid dan klub elit Eropa lainnya.
"Barcelona ingin berterima kasih kepada Xavi atas karyanya sebagai pelatih, yang menambah ke karier tak tertandinginya sebagai pemain dan kapten tim utama, dan mengucapkan yang terbaik untuk masa depannya," lanjut pernyataan Barcelona.
"Dalam beberapa hari mendatang, Barcelona akan mengungkap struktur pelatihan baru untuk staf tim utama."
Xavi ditunjuk sebagai pelatih kepala Barcelona pada November 2021 untuk menggantikan Ronald Koeman.
Di bawah asuhan mantan kapten klub itu, Barcelona memenangkan La Liga musim lalu tetapi tidak mampu mempertahankan gelar yang direbut rival abadi, Real Madrid pada musim ini.
Blaugrana tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Paris Saint-Germain, dihantam oleh Real Madrid di final Piala Super Spanyol, dan kalah dari Athletic Bilbao di Copa del Rey.
Sebagai pemain, Xavi mencatat 767 penampilan bersama klub Catalan, hanya kalah dari Lionel Messi, memenangkan delapan gelar LaLiga dan empat Liga Champions di antara trofi lainnya.
Selama bertahun-tahun, Xavi bersikeras bahwa mimpinya adalah melatih Barcelona tetapi pada bulan Januari dia mengatakan pekerjaan itu "kejam" dan memberikan tekanan mental padanya.
Hansi Flick Pengganti Xavi sebagai Pelatih Barcelona
Mantan pelatih Bayern Munich dan Jerman, Hansi Flick, sangat diyakini akan menggantikan Xavi.
Flick belum melatih sejak Jerman memberhentikannya pada tahun 2023 setelah rentetan hasil buruk bersama Der Panzer.
Baca Juga: Andika Perkasa Siap Maju dari PDIP di Pilkada Jakarta, Mega Agak Curiga Banyak Fansnya
Sebelumnya, Flick membawa Bayern meraih treble pada tahun 2020, termasuk menghantam Barcelona 8-2 di perempat final Liga Champions.
Penguman resmi pelatih baru Barcelona akan diumumkan pekan depan, namun pakar transfer Fabrizio Romano sudah meyakini Hansi Flick adalah pengganti Xavi.
"Hansi Flick menjadi pelatih kepala baru Barcelona, dikonfirmasi dan here we go," cuitan Romano, Jumat malam WIB.
"Mantan bos Bayern Munich akan segera menandatangani kontrak dua tahun di Camp Nou, hingga musim panas 2026," lanjut cuitan Fabrizio Romano.***

